"Daya tawar ini [Selat Hormuz] merupakan salah satu syarat penting untuk mengakhiri perang [dengan AS]," tambah Hatami.
Teheran, Suarathailand- IRIB melaporkan Komandan Angkatan Darat Iran Jenderal Amir Hatami, Minggu (16/8) menyatakan AS tidak punya hak lintas melalui Selat Hormuz, maupun di Teluk Persia atau Teluk Oman.
"Pasukan AS telah diusir dan tidak lagi diizinkan memasuki Teluk Persia, Teluk Oman, atau Selat Hormuz," kata Hatami.
"Pangkalan AS tidak akan pernah kembali ke status sebelumnya, dan Iran tidak akan pernah mengizinkan hal ini," kata Hatami.
Hatami juga menegaskan Selat Hormuz merupakan peluang geopolitik bagi Iran, dan situasi di jalur perairan tang menjadi salah satu urat nadi perdagangan minyak dunia ini tidak akan pernah kembali ke keadaan semula.
"Daya tawar ini [Selat Hormuz] merupakan salah satu syarat penting untuk mengakhiri perang [dengan AS]," tambah Hatami.
Sebelumnya, media penyiaran berita Saudi, Al-Hadath, melaporkan bahwa Iran dan Oman telah mencapai kesepakatan untuk membuka Selat Hormuz sepenuhnya bagi pelayaran, yang kini menunggu persetujuan dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Menurut saluran tersebut, kesepakatan itu akan diumumkan secara resmi dalam beberapa hari mendatang.




