Jokowi Peringatkan Krisis Pangan di Dunia Semakin Parah

Sekarang ada 66 negara yang akan ambruk dan satu per satu sudah mulai akibat krisis pangan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan krisis pangan di dunia ke depan akan makin parah. Banyak negara saat ini sudah mengalami keambrukan dan tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya.

"Sekarang ada 66 negara yang akan ambruk dan satu per satu sudah mulai. Ini sebuah keadaan yang yang sangat sulit. Krisis kesehatan, krisis pangan, krisis energi, masuk ke krisis keuangan. Untuk pangan saja sangat mengerikan," kata Jokowi dalam acara pengarahan kelada Kadin Indonesia di Jakarta, Selasa, 23 Agustus 2022.

Jokowi mengatakan konflik Rusia dan Ukraina ikut menyumbang permasalahan krisis pangan dunia. Perang membuat pasokan komoditas yang berasal dari kedua negara itu, terutama gandum, terhenti hingga membuat stok dunia semakin menipis.

"Saat saya ke Ukraina bertemu Presiden Zelenskyy, ia menyampaikan di Ukraina ada stok gandum 22 juta ton. Ditambah ada panen baru 55 juta ton. Artinya ada 77 juta ton gandum di Ukraina," kata Jokowi. 

Jokowi menambahkan, saat ia ke Rusia, ia mendapat informasi jumlah stok gandum mencapai 130 juta ton. Sehingga jika ditotal, maka stok yang ada di dua negara itu mencapai 207 juta ton.
 
"Rakyat Indonesia makan beras setahun hanya 31 juta ton. Ini sampai 207 juta ton tidak bisa keluar dari Ukraina dan Rusia. Bisa dibayangkan bagaimana negara-negara yang mengimpor dari sana, terutama Afrika saat ini. Mereka berada dalam kondisi sangat sulit," ucapnya.
 
Kondisi tersebut semakin parah dengan banyaknya negara yang mulai menyetop ekspor komoditas pangan mereka ke luar negeri. Langkah itu dilakukan demi memenuhu kebutuhan dalam negeri terlebih dulu.
 

Share: