Jerman, Suarathailand- Sputnik melaporkan Kanselir Jerman Friedrich Merz mengumumkan paket reformasi besar untuk memulihkan perekonomian Jerman di tengah hilangnya lapangan pekerjaan dan meningkatnya beban biaya bagi dunia usaha.
"Kami akan merampungkan dan mempresentasikan usulan reformasi besar dalam beberapa pekan dan beberapa bulan mendatang. Ini akan menjadi usulan bersama pemerintah federal," kata Merz saat menyampaikan pernyataan pemerintah di hadapan parlemen Jerman.
Kanselir Merz mengatakan lapangan pekerjaan di sektor industri Jerman terus berkurang, sementara sejumlah perusahaan terpaksa tutup karena tingginya biaya operasional dan beban birokrasi yang berat.
Merz juga menolak penambahan utang baru di tingkat Uni Eropa. Utang yang berlebihan, menurutnya, dapat mengancam kedaulatan dan membatasi ruang gerak pemerintah.
"Sejumlah negara Eropa, karena beban utang yang sangat besar, kini menghabiskan lebih banyak dana untuk membayar bunga utang dibandingkan untuk pertahanan. Kita tidak boleh membiarkan anggaran Eropa mencapai kondisi seperti itu," ucap Merz.
Meskipun memperingatkan risiko utang yang terus meningkat, Merz tetap mendukung bantuan keuangan Uni Eropa untuk Ukraina.
"Secara khusus, pinjaman Uni Eropa sebesar 90 miliar euro (sekitar Rp1,8 kuadriliun) untuk Ukraina telah disetujui,” katanya.
Pernyataan Merz itu memicu reaksi penolakan dari sejumlah anggota Bundestag , yang terdengar menyampaikan seruan dan gumaman tidak setuju dalam ruang sidang.
Sementara itu, media Politico pada Mei melaporkan Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan Uni Eropa mengenai risiko meningkatnya utang publik di negara-negara anggota yang dapat mengganggu perekonomian blok tersebut.
IMF menyebut jika kebijakan saat ini dipertahankan, maka rata-rata utang negara-negara Eropa dapat mencapai 130 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2040, atau sekitar dua kali lipat dari tingkat saat ini.




