‘Jangan Percaya Ilusi Kekuatan AS’: Militer Iran Peringatkan Negara-Negara Regional

Shekarchi mencatat semua pangkalan AS di kawasan itu, yang telah dibangun selama beberapa dekade dengan sumber daya Muslim dengan dalih memastikan keamanan regional sambil mencuri kekayaan negara-negara Muslim, telah dihancurkan dalam operasi pembalasan Iran.


Teheran, Suarathailand- Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran menyerukan kepada para pemimpin negara-negara Muslim untuk tidak mempercayai ilusi kekuatan AS, dan bersatu melawan kemunafikan yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Israel.

“Jangan percaya pada apa yang disebut kekuatan Amerika Serikat. Amerika bahkan tidak mampu membela tentara mereka sendiri yang lemah, apalagi keamanan negara-negara Muslim dan kawasan ini,” kata Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi pada hari Sabtu.

Ia mengatakan bahwa Angkatan Bersenjata Iran telah melumpuhkan kapal perang AS USS Abraham Lincoln, yang namanya pernah menimbulkan ketakutan dan memfasilitasi penjarahan sumber daya Muslim, dan memaksanya mundur dalam kekalahan bersejarah.

Shekarchi mencatat bahwa semua pangkalan AS di kawasan itu, yang telah dibangun selama beberapa dekade dengan sumber daya Muslim dengan dalih memastikan keamanan regional sambil mencuri kekayaan negara-negara Muslim, telah dihancurkan dalam operasi pembalasan Iran.

Jenderal tersebut mengatakan Iran mampu membangun kembali sekolah, rumah, gedung negara, supermarket, dan infrastruktur publik yang rusak dan hancur akibat serangan AS-Israel.

Namun, yang tidak dapat dibangun kembali adalah kredibilitas AS, kekuatan yang hampa, dan militernya yang kalah, di samping ketidakberdayaan rezim Israel, tegas Shekarchi.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan serangan militer tanpa provokasi terhadap Iran, membunuh Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan beberapa komandan tinggi.

Iran mulai dengan cepat membalas agresi kriminal tersebut dengan melancarkan serangan rudal dan drone terhadap wilayah yang diduduki Israel serta pangkalan-pangkalan AS di negara-negara regional.

Share: