Israel Serang Pusat Petrokimia Terbesar di Iran, Iran Janji Balas Lebih Pedih

Iran belum mengeluarkan penilaian resmi lengkap tentang sejauh mana kerusakan yang sebenarnya terjadi, sebelumnya Iran menegaskan serangan ke infrastruktur sipil akan dibalas keras.


Teheran, Suarathailand- Channel News Asia melaporkan Israel mengklaim serangan terhadap South Pars dan Mahshahr telah melumpuhkan sebagian besar ekspor petrokimia Iran, memperdalam kekhawatiran akan dampak energi dan ekonomi.

Israel dilaporkan telah memperluas serangannya terhadap infrastruktur ekonomi Iran, dengan serangan terbaru dikatakan telah menghantam kompleks petrokimia terbesar di negara itu dan meningkatkan kekhawatiran akan kerusakan yang mencapai puluhan miliar dolar. 

Serangan itu terjadi ketika Teheran mengabaikan ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menghancurkan infrastruktur sipil kecuali Iran membuka kembali Selat Hormuz.

Menurut laporan tersebut, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan pasukan Israel menargetkan kompleks petrokimia South Pars di Assaluyeh, sebuah kota pelabuhan utama di provinsi Bushehr dan salah satu pusat industri dan energi terpenting Iran.

Lokasi tersebut berada di dalam ladang South Pars, sisi Iran dari cadangan gas alam lepas pantai terbesar di dunia yang dibagi dengan Qatar, dan sangat penting bagi sistem energi domestik negara itu dan pendapatan ekspornya.

Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan bahwa beberapa perusahaan yang memasok listrik, air, dan oksigen ke fasilitas di Assaluyeh juga terkena serangan. 

Namun, dikatakan bahwa Perusahaan Petrokimia Pars sendiri tidak mengalami kerusakan langsung. Meskipun demikian, pasokan listrik ke unit petrokimia di seluruh area terputus, mengganggu operasi di kompleks yang lebih luas.

Serangan terbaru ini menyusul serangan Israel yang dilaporkan sebelumnya pada hari Sabtu (4 April) di Zona Ekonomi Khusus Petrokimia Mahshahr di barat daya Iran, pilar utama lain dari industri petrokimia negara itu. Pejabat lokal Iran mengatakan bahwa serangan itu menewaskan lima orang.

Katz mengatakan bahwa kedua serangan tersebut secara bersamaan telah melumpuhkan fasilitas yang menyumbang sekitar 85% dari ekspor petrokimia Iran. 

Ia menggambarkan serangan tersebut sebagai pukulan ekonomi yang parah yang dapat merugikan Iran puluhan miliar dolar. Para analis mengatakan bahwa gangguan yang berkepanjangan kemungkinan akan memukul pendapatan ekspor, memaksa pabrik-pabrik industri untuk menghentikan produksi, dan memberi tekanan pada lapangan kerja di zona-zona industri utama.

Namun, Iran belum mengeluarkan penilaian resmi lengkap tentang sejauh mana kerusakan yang sebenarnya terjadi. Belum ada pula pernyataan publik yang pasti tentang bagaimana Teheran akan merespons, sehingga ketidakpastian tetap menggantung di atas konflik dan dampak ekonomi yang lebih luas.

Share: