IRGC menggambarkan konflik sebagai "perang hibrida", di mana pihak lawan Iran berupaya mengguncang stabilitas negara itu, baik secara internal maupun melalui operasi militer.
Teheran, Suarathailand- Wakil Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mayor Jenderal Mostafa Izadi, menyatakan lebih dari 200 pesawat musuh telah ditembak jatuh sejak dimulainya perang AS-Israel melawan Iran hampir enam bulan lalu.
"Jumlah pesawat musuh yang ditembak jatuh—sebagai hasil dari upaya kami di ranah lunak dan kognitif saja—telah melampaui angka 200, dan hal ini juga telah menimbulkan dampak serta konsekuensi di tingkat regional maupun global," ujar Mayjen Izadi pada hari Senin.
Ia menggambarkan konflik tersebut sebagai "perang hibrida", di mana pihak lawan Iran berupaya mengguncang stabilitas negara itu, baik secara internal maupun melalui operasi militer.
Pejabat militer tersebut menambahkan bahwa pihak lawan berusaha mengisolasi Iran melalui tekanan ekonomi dan pengepungan, "namun pada kenyataannya, justru musuh itu sendirilah yang sedang menuju kehancuran".
Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang melawan Iran pada tanggal 28 Februari, yang diawali dengan upaya pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat tinggi dan komandan militer.
Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan 100 gelombang serangan balasan selama 40 hari dengan menyasar aset-aset militer AS dan Israel, yang mengakibatkan kerusakan signifikan.
Komandan berpangkat tinggi tersebut menyatakan bahwa Iran berhasil mengalahkan Washington dan rezim Zionis dengan hanya menghabiskan biaya sebesar "seperseratus" dari jumlah yang dikeluarkan musuh untuk persenjataan dan perang.



