IRGC Iran Bantah Klaim Serangan Drone di Riyadh, Desak Penyelidikan

“Arab Saudi telah mengumumkan Riyadh dan Provinsi Timur telah diserang oleh sepuluh pesawat tak berawak; dan semua pesawat (tak berawak) telah ditembak jatuh,” kata IRGC dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.


Teheran, Suarathailand- Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dengan tegas membantah adanya keterkaitan dengan serangkaian serangan pesawat tak berawak yang menargetkan posisi di ibu kota Saudi, Riyadh, dan Provinsi Timur yang kaya energi, di tengah perang agresi skala besar dan tanpa provokasi antara AS dan Israel terhadap Iran.

“Arab Saudi telah mengumumkan Riyadh dan Provinsi Timur telah diserang oleh sepuluh pesawat tak berawak; dan semua pesawat (tak berawak) telah ditembak jatuh,” kata IRGC dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.

IRGC menekankan bahwa Republik Islam Iran sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan serangan-serangan ini, dan mendesak otoritas Saudi untuk menyelidiki sepenuhnya asal-usulnya.

Sementara itu, kantor berita Fars mengutip sebuah sumber anonim yang mengatakan bahwa Uni Emirat Arab adalah asal-usul serangan pesawat tak berawak terhadap Arab Saudi.

Ketegangan yang sedang berlangsung di kawasan Asia Barat telah meningkat secara dramatis menyusul perang tanpa provokasi terhadap

Iran yang telah menciptakan situasi yang sangat berbahaya di sekitar Selat Hormuz yang strategis.

Koridor maritim vital, yang dilalui sebagian besar pasokan minyak dunia, telah menjadi titik fokus dalam perang yang semakin memanas di kawasan tersebut.

Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang agresi skala penuh terhadap Iran pada 28 Februari, membunuh Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, dan beberapa komandan militer berpangkat tinggi, meskipun ada negosiasi tidak langsung antara Teheran dan Washington mengenai program nuklir damai Iran.

Angkatan Bersenjata Iran, dalam kerangka hak membela diri yang sah, segera melakukan serangan rudal dan drone yang kuat terhadap kepentingan AS di kawasan tersebut dan posisi Israel di wilayah pendudukan.

Share: