Iran Tegas Tolak Pengamanan Selat Hormuz oleh Tentara Non-Regional

Permusuhan saat ini di Timur Tengah bukanlah perang regional, tetapi dipaksakan dari luar.


Teheran, Suarathailand- Iran menolak pengamanan di Selat Hormuz yang dilakukan pasukan non-regional, kata Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali mengomentari gagasan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

"Kami menentang masuknya pasukan non-regional ke wilayah tersebut. Mereka hanya memperumit masalah regional dan tidak melakukan apa pun," kata Jalali kepada RIA Novosti.

Permusuhan saat ini di Timur Tengah bukanlah perang regional, tetapi dipaksakan dari luar, tambah duta besar tersebut.

Pada awal Maret, Macron mengatakan Prancis mengusulkan koalisi untuk menggabungkan kekuatan pasukan dan sumber daya guna memastikan keamanan pengiriman dengan kapal di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.

Dia menyatakan bahwa misi tersebut dapat memulai operasi setelah fase paling akut dari konflik atas Iran berakhir.

Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika di Timur Tengah.

Amerika dan Israel awalnya mengklaim serangan mereka itu diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran. Namun, mereka segera memperjelas bahwa serangan itu dilakukan karena mereka ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur pada hari pertama operasi militer Amerika dan Israel itu.

Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan pembunuhan Khamenei itu sebagai tindak pelanggaran sinis terhadap hukum internasional. Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk operasi Amerika-Israel itu dan menyerukan segera dilakukan deeskalasi dan penghentian permusuhan.

Share: