"Iran tidak akan dipaksa mundur oleh retorika Trump dari garis merahnya: hak untuk memperkaya uranium, kepemilikan atas uranium yang diperkaya, otoritas atas Selat Hormuz, dan pencabutan sanksi."
Teheran, Suarathailand- Sputnik melaporkan Iran tidak memiliki rencana untuk membawa uranium pengayaan tinggi ke luar negeri, demikian disampaikan Ebrahim Azizi, kepala komite keamanan nasional dan kebijakan luar negeri parlemen Iran.
"Iran tidak memiliki rencana untuk membawa uranium pengayaan tinggi ke luar negeri. Kami tidak berniat untuk memindahkan uranium yang diperkaya ke negara ketiga, perantara, atau ke mana pun," kata Azizi.
Azizi menegaskan kembali posisi Iran dalam sebuah unggahan di X, mengatakan bahwa "Iran tidak akan dipaksa mundur oleh retorika Trump dari garis merahnya: hak untuk memperkaya uranium, kepemilikan atas uranium yang diperkaya, otoritas atas Selat Hormuz, dan pencabutan sanksi."
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada Kamis (28/5) mengatakan bahwa persediaan uranium pengayaan tinggi milik Iran adalah milik Iran, dan hanya rakyat Iran yang berhak menentukan nasibnya.



