Iran Sebut AS Tanggapi Rencana 14 Poin Teheran untuk Akhiri Perang

Iran secara khusus berfokus pada penghentian perang, dan "tidak ada hal apa pun yang berkaitan dengan rincian bidang nuklir di dalamnya".


Teheran, Suarathailand- Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan, Amerika Serikat (AS) telah menanggapi rencana 14 poin yang diusulkan Iran untuk mengakhiri perang.

Dia menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi pemerintah IRIB TV, Minggu (3/5), sembari menyebut tanggapan dari AS sedang ditinjau.

Jubir ini menegaskan bahwa rencana Iran tersebut secara khusus berfokus pada penghentian perang, dan "tidak ada hal apa pun yang berkaitan dengan rincian bidang nuklir di dalamnya."

"Saat ini, kami berfokus pada parameter yang berkaitan dengan penghentian perang di kawasan ini, termasuk Lebanon," imbuh Baghaei, seraya menegaskan bahwa "pada tahap ini kami tidak melakukan negosiasi nuklir."

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi memberikan penjelasan kepada mitra setaranya dari Oman dan Jerman mengenai upaya serta inisiatif diplomatik terbaru Iran untuk mengakhiri perang.

Dalam percakapan telepon terpisah, Araghchi bertukar pandangan dengan Menlu Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi dan Menlu Jerman Johann Wadephul mengenai perkembangan regional dan internasional terbaru, menurut pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Iran.

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan ke Tehran dan kota-kota lainnya, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu Ali Khamenei, sejumlah komandan senior, serta warga sipil. Iran kemudian merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta kepentingan AS di kawasan tersebut.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April, diikuti pembicaraan antara delegasi Iran dan AS di Islamabad yang gagal menghasilkan kesepakatan.

Pewarta: Xinhua

Share: