Iran Klaim Mampu Balas Serangan AS terhadap 3 Target dengan 20 Serangan Balasan

Ia menambahkan untuk pertama kalinya, perang ini secara langsung menimbulkan kerusakan strategis bagi Amerika Serikat sendiri serta memengaruhi peta keamanan dan ekonomi negara tersebut. 


Teheran, Suarathailand- Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menyatakan  Iran telah mencapai titik di mana, jika musuh menyerang dua atau tiga target di Iran, Republik Islam akan membalas dengan serangan dahsyat terhadap 20 target.

Mohebbi mengatakan bahwa musuh telah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk membuka kembali Selat Hormuz. Ia mencatat bahwa sebelum perang, 15 juta barel minyak dan 5 juta barel produk minyak bumi melintasi jalur perairan tersebut setiap harinya.

Ia menyebutkan bahwa angka-angka tersebut kini telah turun drastis dan rantai pasokan global berada di ambang kehancuran.

Menyinggung syarat-syarat Iran untuk memulihkan stabilitas kawasan dan membuka kembali Selat Hormuz, Mohebbi menegaskan bahwa jika musuh ingin mengakhiri situasi saat ini, mereka harus menghentikan perang sepenuhnya dan menahan diri dari melontarkan ancaman baru. 

Ia menambahkan bahwa militer rezim Israel harus mundur dari Lebanon, blokade terhadap Yaman harus diakhiri, aset Iran yang dibekukan senilai 24 miliar dolar AS harus dicairkan, serta tidak boleh ada campur tangan terhadap kemampuan nuklir dan rudal Iran.

Ia menyatakan bahwa kemampuan tersebut adalah milik Iran dan, berdasarkan fatwa Pemimpin Tertinggi, tidak pernah dan tidak akan pernah diarahkan untuk pengembangan senjata nuklir.

Mohebbi mengatakan bahwa Amerika Serikat selalu merencanakan dan mengarahkan perang di wilayah negara ketiga. 

Ia menambahkan bahwa untuk pertama kalinya, perang ini secara langsung menimbulkan kerusakan strategis bagi Amerika Serikat sendiri serta memengaruhi peta keamanan dan ekonomi negara tersebut. 

Ia menyebut hal ini sebagai kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah konflik internasional.

Menyoroti peran luar biasa media dalam membentuk opini publik, Mohebbi mengatakan bahwa tanggung jawab media saat ini melampaui sekadar melaporkan peristiwa. 

Peran tersebut mencakup pembentukan narasi berdasarkan fakta, pengembangan pemahaman mendalam mengenai perang—termasuk tujuan, pihak-pihak yang terlibat, dan orientasinya—serta merumuskan kemungkinan masa depan dan jalan keluar dari krisis.

Ia menambahkan bahwa saat ini, sarana media—bersanding dengan persenjataan di medan perang—memainkan peran penentu dalam menentukan kemenangan atau kekalahan.

Mohebbi mencatat bahwa media pihak musuh berupaya mengubah keseimbangan situasi dengan menyebarkan keputusasaan dan melemahkan tekad nasional. 

Oleh karena itu, ujarnya, penyajian gambaran yang akurat, tepat, dan terdokumentasi dengan baik mengenai dimensi-dimensi tersembunyi dari perang tersebut merupakan kebutuhan yang tak terbantahkan, baik bagi generasi masa kini maupun masa depan Iran yang Islami.

Share: