“Langkah AS ini bukan lagi ‘kebijakan’ - ini adalah ‘kebiasaan’; dan yang lebih berbahaya, ini merupakan kecanduan yang telah menggantikan pemikiran itu sendiri.”
Teheran, Suarathailand- Melalui Medsos X, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan Amerika Serikat (AS) menggunakan sanksi ekonomi ketika tidak mampu menjalankan diplomasi, dan hal tersebut telah menjadi kebiasaan sekaligus ketergantungan.
“Menteri Keuangan AS membanggakan diri dengan upaya ‘mencekik’ Iran melalui sanksi ekonomi. Di luar kesan berlebihan yang ditimbulkannya, klaim tersebut menjadi bukti nyata ketergantungan kompulsif Amerika pada sanksi.
Setiap kali Washington terbukti tidak mampu menjalankan diplomasi, mereka kembali menggunakan sanksi; dan setiap kali sanksi tersebut gagal memberikan hasil, mereka hanya meningkatkan dosisnya,” kata Baghaei di X.
“Langkah AS ini bukan lagi ‘kebijakan’ - ini adalah ‘kebiasaan’; dan yang lebih berbahaya, ini merupakan kecanduan yang telah menggantikan pemikiran itu sendiri,” tambahnya.
Jubir Iran mengatakan Iran selama beberapa dekade telah menunjukkan bahwa negara tersebut tidak dapat dilumpuhkan dengan langkah-langkah semacam itu.
Jubir Iran juga memperingatkan para politisi Amerika bahwa dengan mempertahankan kebiasaan tersebut, mereka justru dapat “mencekik peluang terakhir mereka untuk keluar dari krisis yang mereka ciptakan sendiri dengan cara yang tidak terlalu memalukan.”



