Iran Tegaskan Negosiasi Berhasil Bergantung AS Penuhi Kewajiban

Presiden  Iran menegaskan bahwa pernyataan yang dibuat di luar kerangka kerja sama yang disepakati tidak akan membantu kemajuan perundingan.


Teheran, Suarathailand- Kantor berita Anadolu melaporkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan keberhasilan negosiasi yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat bergantung pada pemenuhan berbagai komitmen yang telah disepakati kedua pihak.

"Pembicaraan (dengan AS) bergantung pada komitmen penuh terhadap kewajiban-kewajiban yang disepakati dan pelaksanaannya dengan tepat," tulis Pezeshkian di media sosial X, Selasa.

Presiden  menegaskan bahwa pernyataan yang dibuat di luar kerangka kerja sama yang disepakati tidak akan membantu kemajuan perundingan.

"Kemajuan dalam langkah ini akan diukur dengan kepatuhan terhadap tanggung jawab yang disepakati," katanya.

Komentar tersebut disampaikan menyusul pembicaraan antara AS dan Iran di Burgenstock, Swiss, Minggu (21/6) dalam upaya mencapai MoU Islamabad.

Iran dan AS mengumumkan pada 14 Juni bahwa mereka telah mencapai kesepahaman 14 poin yang dimediasi oleh Pakistan, untuk mengakhiri perang dan mengatasi perselisihan yang belum terselesaikan melalui dialog dan perundingan.

Memorandum yang dikenal sebagai Kesepahaman Islamabad itu mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara digital oleh Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump.

Perjanjian tersebut mencakup ketentuan terkait diakhirinya perang, termasuk di Lebanon, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan pencabutan blokade angkatan laut AS yang diberlakukan di pelabuhan-pelabuhan Iran.


Share: