Iran Identifikasi Amunisi AS yang Dipakai Serang Acara Pernikahan Buatan AS

Kode identifikasi militer dan pemerintah "96214" ditemukan pada badan bom tersebut dan, menurut basis data rantai pasokan pertahanan AS, kode itu secara eksklusif ditetapkan untuk produsen senjata Raytheon.


Teheran, Suarathailand- Farsnews melaporkan Mojtaba Ghahramani, Kepala Pengadilan Provinsi Hormozgan, Iran,  menyatakan pemeriksaan terhadap serpihan senjata yang digunakan dalam serangan AS baru-baru ini terhadap sebuah pesta pernikahan di Kuhestak, Sirik, Iran bagian selatan, menunjukkan senjata tersebut merupakan amunisi berpemandu presisi buatan perusahaan AS, Raytheon.

Ia menambahkan kode identifikasi militer dan pemerintah "96214" ditemukan pada badan bom tersebut dan, menurut basis data rantai pasokan pertahanan AS, kode itu secara eksklusif ditetapkan untuk produsen senjata Raytheon.

Ghahramani menjelaskan  jenis baterai termal militer yang digunakan pada amunisi tersebut, serta komponen proyektil yang ditemukan di lokasi kejadian, mengindikasikan bahwa komponen berbentuk silinder itu merupakan bagian dari baterai termal bertegangan tinggi yang secara eksklusif digunakan dalam sistem pemandu penerbangan rudal dan bom berpemandu presisi milik AS.

Ia melanjutkan: "Komponen lain yang ditemukan adalah unit avionik dan modul pemandu penerbangan dari proyektil yang digunakan dalam kejahatan ini. Komponen tersebut berupa kotak paduan logam terlindungi yang berisi papan sirkuit elektronik untuk pemrosesan lintasan dan pengendalian proyektil, serta terdapat label peringatan internasional mengenai pelepasan muatan elektrostatik yang terlihat jelas padanya."

Ia menegaskan bahwa seluruh bukti dan dokumentasi teknis telah dicatat secara cermat, seraya menambahkan bahwa kasus hukum yang komprehensif akan disiapkan untuk menuntut pihak yang memerintahkan dan melaksanakan kejahatan perang tersebut, serta pemasok senjata yang digunakan, di hadapan pengadilan domestik yang berwenang dan badan hukum internasional. 

Ia menyatakan bahwa pihak peradilan akan menangani kasus ini secara "serius dan tegas" hingga para pelaku menerima hukuman yang setimpal dan memberikan efek jera.

Menurut Ghahramani, serangan terhadap pertemuan warga sipil dan upacara pernikahan tradisional merupakan pelanggaran nyata terhadap norma-norma dasar (peremptory rules) hukum humaniter internasional dan keempat Konvensi Jenewa.

Pada tanggal 1 September, pasukan AS menyerang lokasi pesta pernikahan di kota pelabuhan Kuhestak, Provinsi Hormozgan. Sejauh ini, serangan tersebut telah dipastikan menewaskan lima orang, termasuk seorang anak berusia lima tahun, sementara sekitar 70 tamu undangan pernikahan lainnya mengalami luka-luka.

Share: