Iran Disebut Tetapkan 5 Prasyarat Dimulainya Lagi Perundingan dengan AS

Syarat itu meliputi penghentian permusuhan di semua front, khususnya di Lebanon; pencabutan sanksi terhadap Iran; pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan; kompensasi untuk Iran atas kerusakan akibat perang; serta pengakuan terhadap hak kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.


Teheran, Suarathailand- Kantor berita semiresmi Iran, Fars, melaporkan Iran tidak akan memasuki putaran kedua pembicaraan dengan AS kecuali lima prasyarat yang bertujuan untuk membangun kepercayaan terpenuhi.

Syarat-syarat tersebut disebut sebagai "jaminan minimum untuk membangun kepercayaan" yang diperlukan sebelum negosiasi baru dengan Washington dapat dimulai.

Syarat itu meliputi penghentian permusuhan di semua front, khususnya di Lebanon; pencabutan sanksi terhadap Iran; pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan; kompensasi untuk Iran atas kerusakan akibat perang; serta pengakuan terhadap hak kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.

Dan tuntutan tersebut telah disampaikan kepada AS sebagai tanggapan atas proposal 14 poin dari AS.

Iran juga disebut telah menginformasikan kepada Pakistan, yang menjadi mediator perundingan, bahwa blokade angkatan laut AS yang terus berlanjut di Laut Arab dan Teluk Oman pasca-gencatan senjata semakin menguatkan pandangan Teheran bahwa negosiasi dengan Washington tidak dapat dipercaya.

Syarat-syarat itu semata-mata dimaksudkan untuk membangun tingkat kepercayaan minimum yang diperlukan guna melanjutkan dialog.

Iran pada Minggu (10/5) telah mengirimkan tanggapannya kepada mediator Pakistan terkait draf proposal terbaru dari AS tentang pengakhiran konflik.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Senin (11/5) mengatakan bahwa proposal Teheran hanya bertujuan menjamin hak-hak "sah" rakyat Iran.

Iran dan AS menyepakati gencatan senjata pada 8 April setelah 40 hari pertempuran yang dimulai dengan serangan AS dan Israel terhadap Teheran serta kota-kota Iran lainnya pada 28 Februari. Delegasi Iran dan AS kemudian menggelar putaran perundingan di Islamabad pada 11 dan 12 April, tetapi gagal mencapai kesepakatan.

Dalam beberapa pekan terakhir, kedua pihak telah beberapa kali saling bertukar draf proposal melalui Pakistan sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik.

Share: