Iran Sindir Keras AS, Sebut Trump Tak Bisa Rebut Hormuz Lewat Cuitan atau Perintah

Gharibabadi mengatakan AS harus mengakui kekalahan strategis dan serius yang telah dideritanya dalam perang melawan Iran.


Teheran, Suarathailand- Melalui platform media sosial X, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan Selat Hormuz tidak dapat direbut hanya dengan sebuah cuitan, pengerahan kapal induk, perintah, ataupun pidato kampanye pemilu.

Gharibabadi menyatakan hal itu saat menepis klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sesumbar akan menyatakan Selat Hormuz sebagai wGharibabadi mengatakan AS harus mengakui kekalahan strategis dan serius yang telah dideritanya dalam perang melawan Iran.

“Iran tidak takut terhadap ancaman dan tidak dapat diintimidasi oleh unjuk kekuatan,” kata Wamenlu Gharibabadi.

“Kami tegaskan Selat Hormuz milik Iran, sekarang milik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran. Selat ini hanya akan ditutup dan dibuka atas perintah Iran. Sampai kalian menerima kenyataan mengenai kekalahan kalian dan meninggalkan fantasi Anda, Iran akan terus memberlakukan blokade di Hormuz,” tambahnya.

Trump sebelumnya mengklaim bahwa Angkatan Laut AS sedang memberlakukan blokade penuh terhadap Selat Hormuz.

“Setelah mengalahkan Iran sepenuhnya, saya akan segera menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat,” kata Trump.

Para pejabat Iran berulang kali mengatakan bahwa selat tersebut tidak akan dibuka kembali selama AS masih melakukan intervensi di kawasan itu, mempertahankan blokade angkatan laut, dan tidak memenuhi persyaratan dalam kerangka kesepakatan Juni antara Teheran dan Washington.

Trump melalui Truth Social mengklaim bahwa AS telah memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz dan meyakini bahwa kendali tersebut dapat dipertahankan.

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ibrahim Zolfaqari, membantah klaim Trump tersebut.

“Tidak ada kapal yang akan diizinkan melintasi Selat Hormuz tanpa izin dan pengawasan Iran,” kata Zolfaqari.


Share: