DBD ini ditandai dengan gejala demam, nyeri otot, sakit kepala, dan pendarahan memiliki tingkat fatalitas kasus hingga 40 persen.
Irak, Suarathailand- Xinhua melaporkan juru bicara Kemenkes Irak Saif al-Badr menyebut dalam rekapitulasi mingguan terbaru, Irak mencatat 14 kasus terkonfirmasi demam berdarah Krimea-Kongo dengan satu kematian di Provinsi Nineveh, Irak utara.
Saif menyebut Provinsi Dhi Qar di Irak selatan masih menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan mencatatkan total kumulatif 119 kasus terkonfirmasi dan sembilan kematian, menurut pernyataan tersebut.
Saif mengatakan Kemenkes Irak melakukan pemantauan epidemiologis harian di seluruh provinsi dengan berkoordinasi bersama otoritas veteriner dan otoritas regulator, sembari memperluas kampanye kesadaran dan prosedur deteksi dini.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), CCHF yang ditandai dengan gejala demam, nyeri otot, sakit kepala, dan pendarahan memiliki tingkat fatalitas kasus hingga 40 persen.
CCHF sejak akhir 1970-an menjadi demam berdarah virus yang paling umum ditemukan di Irak. Penyakit ini ditularkan kepada manusia terutama melalui gigitan kutu atau kontak dengan darah dan jaringan hewan yang terinfeksi, khususnya ternak. (Foto: ilustrasi nyamuk DBD)



