Araghchi mengatakan jika kondisi yang diperlukan terpenuhi, maka Selat Hormuz akan dibuka dalam waktu tujuh hari.
New York, Suarathailand- Sekjen PBB Antonio Guterres bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Jumat (25/9), dan menekankan perlunya menyelesaikan perang di Timur Tengah lewat dialog dan perundingan.
"PBB menekankan kebutuhan mendesak untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah melalui dialog dan perundingan, dengan menghormati sepenuhnya hukum internasional, termasuk hak dan kebebasan navigasi internasional di dalam dan sekitar Selat Hormuz," menurut pernyataan PBB.
Sekjen Guterres juga menegaskan kembali komitmen PBB untuk mendukung seluruh upaya diplomatik.
Pertemuan tersebut berlangsung ketika Iran mengatakan telah mengajukan proposal selama tujuh hari untuk mengakhiri permusuhan dan membuka kembali selat dengan nilai strategis tersebut.
Sebelumnya, Jumat (25/9), Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada wartawan bahwa proposal tersebut telah disampaikan Iran kepada AS melalui Qatar.
Araghchi mengatakan jika kondisi yang diperlukan terpenuhi, maka Selat Hormuz akan dibuka dalam waktu tujuh hari.
Hingga kini, AS belum memberikan tanggapan secara terbuka terhadap proposal tersebut.




