>Gubernur Bangkok telah memerintahkan para pejabat untuk menyiapkan penetapan status bencana banjir yang mencakup seluruh 50 distrik di kota tersebut.
>Penetapan ini bertujuan untuk mempercepat penyaluran bantuan bagi semua warga yang terdampak, dengan fokus khusus pada kelompok rentan dan pasien yang hanya bisa berbaring di tempat tidur (*bedridden*).
>Tujuh langkah utama sedang diterapkan sebagai bagian dari persiapan, termasuk penyediaan tempat penampungan, pembagian karung pasir, pengaturan lalu lintas, dan perbaikan sistem drainase.
>Warga diimbau untuk mendokumentasikan kerusakan akibat banjir melalui foto guna mendukung pengajuan bantuan di kemudian hari.

Bangkok, Suarathailand- Pemerintah Kota Bangkok (BMA) telah memperluas cakupan penetapan status bencana banjir hingga mencakup seluruh 50 distrik, yang menyediakan kerangka kerja bagi penyaluran bantuan sesuai kriteria yang berlaku.
Kantor-kantor distrik telah diinstruksikan untuk mengimbau warga agar mendokumentasikan kerusakan—termasuk menyimpan foto yang diambil sebelum dan sesudah banjir—guna mendukung permohonan bantuan.
Chadchart memimpin rapat komando penanganan banjir pada pukul 05.00 pagi waktu Thailand di Departemen Drainase dan Saluran Pembuangan Air Limbah, Balai Kota Bangkok 2 di Din Daeng. Perwakilan dari seluruh 50 kantor distrik dan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Bangkok (BMA) turut hadir dalam rapat tersebut.
Gubernur menyerukan koordinasi yang erat antara kantor distrik dan instansi pusat untuk memastikan respons banjir Bangkok dapat menyalurkan bantuan dengan cepat dan menjangkau warga terdampak secara menyeluruh.
Chadchart menginstruksikan kantor-kantor distrik dan instansi terkait di Bangkok untuk melaksanakan tujuh langkah yang mencakup persiapan wilayah bencana, penanganan warga rentan, penyediaan tempat penampungan, perlindungan dari banjir, transportasi, sanitasi, dan koordinasi:
1. Menyiapkan penetapan status bencana banjir untuk seluruh wilayah kota. Pemerintah Kota Bangkok (BMA) telah memperluas cakupan penetapan status bencana banjir hingga mencakup seluruh 50 distrik, yang menyediakan kerangka kerja bagi penyaluran bantuan sesuai kriteria yang berlaku.
Kantor-kantor distrik telah diinstruksikan untuk mengimbau warga agar mendokumentasikan kerusakan—termasuk menyimpan foto yang diambil sebelum dan sesudah banjir—guna mendukung permohonan bantuan.

2. Mengidentifikasi dan membantu pasien yang hanya bisa berbaring di tempat tidur serta warga rentan. Kantor-kantor distrik wajib bekerja sama dengan pusat kesehatan masyarakat dan instansi terkait untuk menilai kebutuhan perawatan di tengah masyarakat.
Penilaian harus membedakan antara warga yang membutuhkan peralatan medis atau rujukan ke fasilitas kesehatan dengan mereka yang dapat menerima perawatan di lokasi setempat atau pindah ke tempat penampungan. Sumber daya dan dana harus dialokasikan untuk operasi yang mendesak
3. Siapkan tempat penampungan sementara dan area parkir. Kantor distrik sebaiknya mempertimbangkan sekolah-sekolah yang dikelola BMA sebagai lokasi utama penampungan karena memiliki bangunan dan fasilitas toilet yang memadai.
Petugas harus secara rutin melaporkan tingkat hunian dan kapasitas kepada pemerintah pusat, mengoordinasikan parkir sementara dengan operator swasta bagi warga yang perlu mengungsi, serta memastikan ketersediaan makanan, air minum, dan sanitasi yang memadai.
4. Pastikan ketersediaan karung pasir yang cukup di lokasi-lokasi rawan. Dinas Drainase dan Saluran Pembuangan akan mengoordinasikan pasokan pasir dan karung pasir. Kantor distrik harus mengerahkan staf dan bekerja sama dengan warga untuk mengisi serta menempatkan karung pasir di lokasi yang membutuhkannya.
5. Kelola lalu lintas dan atur bantuan transportasi. Kantor distrik dan petugas penegak aturan kota harus berkoordinasi dengan polisi lalu lintas setempat untuk mengatur lalu lintas dan memantau kondisi secara cermat. Kendaraan dari BMA dan instansi lain harus dikerahkan untuk mengangkut warga, sementara kendaraan yang mogok atau menghalangi jalur harus segera dipindahkan.
Petugas juga harus memantau jembatan dan jalan yang mungkin terdampak oleh kenaikan air.
6. Tingkatkan drainase, kebersihan, dan sanitasi. Saat air banjir mulai surut, kantor distrik harus membersihkan sampah dan puing dari mulut saluran serta saluran drainase guna memperlancar aliran air. Petugas harus menilai kebutuhan akan toilet keliling, mengoordinasikan penyediaannya, serta memeriksa aspek kebersihan dan keselamatan di tempat penampungan.
7. Bagikan informasi dan tinjau respons secara berkelanjutan. Kantor distrik dan instansi pusat di Bangkok harus menjaga koordinasi yang erat serta saling bertukar informasi agar pelaksanaan operasi tetap konsisten. Pertemuan tinjauan berikutnya dijadwalkan pada siang hari tanggal 26 September melalui Zoom.
BMA akan terus memantau ketinggian air dan dampak di tingkat lokal, serta menyesuaikan langkah-langkah penanganan seiring perubahan kondisi guna memastikan bantuan menjangkau warga di seluruh wilayah yang terdampak.



