AS Desak Rusia dan Ukraina Akhri Perang Pasca-Seranganan di Luhansk

Amerika Serikat kembali menyerukan kepada Rusia dan Ukraina untuk mengakhiri perang yang telah menelan jutaan orang menjadi korban.


PBB, Suarathailand- Sputnik melaporkan  Deputi Perwakilan Tetap AS untuk PBB, Tammy Bruce, mendesak Rusia dan Ukraina untuk segera mengakhiri pertempuran yang menyebabkan kematian dan kehancuran setelah serangan mematikan Ukraina terhadap asrama mahasiswa di Luhansk.

"AS mengikuti laporan tentang korban tewas dan luka-luka di Luhansk semalam. Kematian dan kehancuran ini harus dihentikan sekarang juga," kata Bruce dalam sidang darurat soal konflik Ukraina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Jumat (22/5).

Amerika Serikat kembali menyerukan kepada Rusia dan Ukraina untuk mengakhiri perang yang telah menelan jutaan orang menjadi korban.

"AS mendesak Anda (Rusia dan Ukraina) untuk bernegosiasi dengan itikad baik guna mengakhiri kekerasan ini, demi kewajiban Anda untuk melindungi dan menjaga nyawa warga negara Anda," ujar Bruce.

Sebelumnya, Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menyebutkan lebih dari 40 orang mengalami luka-luka dan sedikitnya enam orang tewas setelah pesawat nirawak Ukraina menyerang gedung akademik dan asrama di Starobilsk.

Pada 2014, Luhansk, berbatasan dengan Rusia di sebelah timur dan utara, memproklamasikan diri sebagai sebuah negara republik dan memisahkan diri dari Ukraina.

Secara hukum internasional, Luhansk merupakan bagian dari wilayah kedaulatan Ukraina. Namun, secara de facto, wilayah itu berada di bawah kendali pasukan pendudukan Rusia.


Share: