Kantor Perwakilan Dagang AS baru-baru ini mengumumkan tarif sebesar 12,5 persen terhadap produk impor dari China.
Beijing, Suarathailand- Xinhua melaporkan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng menyatakan keprihatinan serius atas pembatasan ekonomi dan perdagangan terbaru Amerika Serikat terhadap China dalam pertemuan melalui video dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.
Keduanya menggelar pertukaran pandangan yang terbuka, mendalam, dan konstruktif mengenai pelaksanaan kesepakatan yang dicapai para pemimpin kedua negara saat pertemuan mereka di Beijing.
"Keduanya juga membahas mempertahankan stabilitas hubungan ekonomi dan perdagangan, memperluas kerja sama praktis, serta menangani dengan baik kekhawatiran masing-masing pihak pada tahap berikutnya,” kata Xinhua.
Kantor Perwakilan Dagang AS baru-baru ini mengumumkan tarif sebesar 12,5 persen terhadap produk impor dari China.
Para pejabat sepakat untuk lebih memanfaatkan mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan China-AS guna memperkuat komunikasi, membangun rasa saling percaya, menghilangkan keraguan, serta memperluas kerja sama.
Kedua pihak juga berkomitmen mendorong perkembangan yang stabil dan positif dalam hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral serta berkontribusi pada pembangunan hubungan konstruktif yang ditandai dengan stabilitas strategis.
Adapun pembicaraan tersebut berlangsung menjelang rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke AS pada akhir September. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio baru-baru ini mengatakan pertemuan tingkat tinggi tersebut tetap sesuai rencana meski Presiden Donald Trump menuduh China telah ikut campur dalam pemilihan AS.
Berdasarkan kesepakatan yang dicapai setelah pertemuan Trump dan Xi pada Mei, Beijing setuju untuk mengatasi kekhawatiran Washington terkait kekurangan pasokan dalam rantai pasok unsur tanah jarang dan mineral penting lainnya.
Kesepakatan tersebut juga mengharuskan China mengatasi pembatasan penjualan peralatan dan teknologi pemrosesan yang digunakan dalam produksi material tersebut.
Selain itu, Beijing berkomitmen membeli sedikitnya produk pertanian AS senilai 17 miliar dolar AS per tahun hingga 2028, di luar komitmen-komitmen sebelumnya.



