Para Pemimpin BRICS Kumpul di India Saat Isu Global Dipengaruhi Konflik AS-Iran

Perdana Menteri India Narendra Modi Sehari sebelum KTT menyatakan harapannya agar pertemuan menghasilkan pembahasan yang positif dan bermakna.


India, Suarathailand- Sputnik melaporkan para pemimpin negara-negara anggota BRICS bertemu pada Sabtu (12/9) di ibu kota India, New Delhi, ketika perang Amerika Serikat (AS)-Iran memasuki bulan ketujuh dan perang Rusia-Ukraina memasuki tahun kelima.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS berlangsung di tengah dampak ekonomi global yang lebih luas akibat konflik AS-Iran, yang telah memicu krisis energi serta meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan energi, perdagangan, dan inflasi.

Perdana Menteri India Narendra Modi Sehari sebelum KTT menyatakan harapannya agar pertemuan menghasilkan pembahasan yang positif dan bermakna.

China mengatakan pihaknya menantikan kerja sama dengan negara-negara BRICS lainnya, untuk mendorong dialog dan negosiasi guna menyelesaikan perbedaan serta bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas regional maupun global.

KTT ke-18 Pemimpin BRICS mempertemukan para pemimpin dan pejabat senior dari kelompok yang kini beranggotakan 11 negara. 

Anggota awalnya adalah Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, yang menjadi asal nama BRICS, serta anggota baru Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Pada hari pertama, para pemimpin menghadiri sesi tertutup khusus negara anggota BRICS bertajuk “Tata Kelola Global Inklusif dan Penguatan Multilateralisme”.

Mereka juga mengunjungi pameran Bharat Innovates, mengikuti upacara penanaman pohon, dan menghadiri jamuan makan malam yang diselenggarakan Modi.

Para pemimpin yang hadir antara lain Presiden China Xi Jinping, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.

Hadir pula Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed Ali, serta Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

Brasil diwakili oleh Menteri Luar Negeri Mauro Vieira, sementara Arab Saudi diwakili Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud.

BRICS juga telah menerima negara-negara mitra ke dalam kerangka kerja sama kelompok tersebut, termasuk Belarus, Bolivia, Kazakhstan, Kuba, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam.

Pada hari kedua KTT, para pemimpin akan menghadiri sesi terbuka bertajuk “Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan: Membentuk Masa Depan untuk Pertumbuhan Global yang Inklusif.”

Para pemimpin BRICS diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan bersama.

BRICS kini mewakili sekitar 49,5 persen populasi dunia, 40 persen produk domestik bruto (PDB) global, dan 26 persen perdagangan global, berdasarkan data yang dikutip BRICS.


Share: