Ngeri, Bangunan 18 Lantai yang Sedang Dibangun Ambruk d Kenya

Gedung tersebut berada di kawasan bisnis dan permukiman padat penduduk di Eastleigh.


Nairobi, Suarathailand- Sebuah bangunan bertingkat yang sedang dalam tahap konstruksi runtuh di ibu kota Kenya pada hari Jumat. Menurut Palang Merah, laporan dari media setempat menyebutkan adanya korban jiwa serta aksi penjarahan di lokasi kejadian.

Video yang beredar secara daring memperlihatkan peristiwa runtuhnya bangunan tersebut—yang diperkirakan setinggi 18 lantai—di kawasan bisnis dan permukiman padat penduduk di Eastleigh, yang disertai dengan kepulan debu dalam jumlah besar.

Jurnalis AFP di lokasi kejadian melihat bangunan tersebut telah rata dengan tanah, sementara sejumlah tim pencarian dan penyelamatan mulai tiba di lokasi.

“Terdapat beberapa tempat usaha di lantai dasar, dan para pekerja yang sedang sibuk melakukan pembangunan,” ujar seorang warga setempat, Abdi Aziz (25 tahun).

“Namun, karena saat itu bertepatan dengan waktu salat Jumat, banyak dari mereka yang sedang berada di masjid. Saya rasa jumlah korban tewas tidak banyak karena tidak ada orang yang tinggal di sana,” ungkapnya kepada AFP.

Saat ditanya apakah ia melihat adanya kejanggalan dalam proses konstruksi, ia menjawab: “Semua orang terburu-buru untuk membangun di lingkungan ini.”

Media setempat melaporkan adanya aksi penjarahan dan kemungkinan adanya korban yang terjebak di bawah reruntuhan. Gambar-gambar yang beredar menunjukkan kerumunan besar warga berkumpul di lokasi segera setelah kejadian, yang berlangsung sekitar waktu makan siang.

AFP menyaksikan polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan warga di dekat lokasi kejadian.

Operasi penyelamatan belum dimulai saat AFP tiba di lokasi, yang terkepung oleh gedung-gedung tinggi, sehingga menyulitkan upaya evakuasi.

Nairobi tengah mengalami lonjakan pembangunan yang pesat, dengan gedung-gedung tinggi bermunculan di seluruh penjuru kota, khususnya di Eastleigh—kawasan yang dikenal dengan pasar yang ramai dan menjadi pusat komunitas Somalia.

Kekhawatiran mengenai aspek keselamatan pun banyak bermunculan.

Menurut laporan dari Kenya Institute for Public Policy Research and Analysis, tercatat ada 86 kasus bangunan runtuh antara tahun 2009 hingga 2019, yang menelan sekitar 200 korban jiwa.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa hasil audit terhadap hampir 15.000 bangunan oleh National Building Inspectorate menunjukkan 4,8 persen di antaranya dalam kondisi sangat berbahaya, sementara 72,3 persen dikategorikan sebagai tidak aman. 

Jumlah bangunan yang rampung setiap tahun di Nairobi meningkat dari 20.025 unit pada tahun 2022 menjadi 25.090 unit pada tahun lalu, menurut badan statistik setempat, seiring dengan peran pusat bisnis terkemuka di Afrika Timur tersebut dalam menarik penduduk dari wilayah perdesaan maupun negara-negara tetangga.

Share: