Awak Artemis II Kembali ke Bumi Setelah Penerbangan Terjauh Lintas Bulan

Misi ini mencetak rekor baru untuk jarak terjauh yang ditempuh pesawat ruang angkasa berawak dari Bumi, melampaui rekor yang ditetapkan oleh Apollo 13.


NASA, Suarathailand- Empat awak misi Artemis II kembali dengan selamat ke Bumi, mendarat di Samudra Pasifik dengan kapsul Orion mereka.

Kembalinya mereka yang sukses ini mengakhiri penerbangan lintas bulan selama 10 hari yang bersejarah, pertama kalinya manusia melakukan perjalanan ke sekitar Bulan dalam lebih dari 50 tahun.

Misi ini mencetak rekor baru untuk jarak terjauh yang ditempuh pesawat ruang angkasa berawak dari Bumi, melampaui rekor yang ditetapkan oleh Apollo 13.

Awak itu sendiri bersejarah, termasuk wanita pertama, astronot kulit hitam pertama, dan non-Amerika pertama yang melakukan misi ke bulan.

Kapsul Orion, Integrity, dengan selamat mengembalikan empat astronot ke Bumi pada hari Jumat, menandai tonggak sejarah monumental dalam upaya global untuk mengunjungi kembali Bulan.

Umat manusia mengambil langkah besar lebih dekat ke permukaan bulan pada Jumat malam ketika pesawat ruang angkasa Orion Artemis II, Integrity, berhasil mendarat di Samudra Pasifik.

Kembalinya awak yang terdiri dari empat orang dengan selamat menandai berakhirnya misi bersejarah selama 10 hari dan pertama kalinya manusia melakukan perjalanan ke sekitar Bulan dalam lebih dari setengah abad.

Sekitar pukul 20.07 EDT (10 April), kapsul berbentuk tetesan air mata itu mengapung perlahan di atas ombak di lepas pantai California Selatan. Penurunan tersebut mengikuti proses masuk kembali ke atmosfer yang penuh risiko tinggi di mana wahana tersebut mencapai kecepatan 35 kali kecepatan suara.

Kerumunan yang berkumpul di Museum Dirgantara dan Antariksa San Diego bersorak gembira saat parasut kapsul mengembang, memperlambat wahana tersebut hingga kecepatan stabil 25 km/jam sebelum benturan.


Sebuah Perjalanan Pemecah Rekor

Misi yang diluncurkan dari Cape Canaveral pada 1 April ini, membawa awak menempuh jarak lebih dari 694.000 mil. Pada titik terjauhnya, pesawat ruang angkasa mencapai jarak 252.756 mil dari Bumi—memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh misi Apollo 13 yang gagal pada tahun 1970.

Awak pesawat—Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari Amerika, bersama dengan Jeremy Hansen dari Kanada—menciptakan sejarah bahkan sebelum mereka meninggalkan atmosfer. Victor Glover menjadi astronot kulit hitam pertama yang melakukan misi ke bulan, Christina Koch wanita pertama, dan Jeremy Hansen non-Amerika pertama.


Menantang Api

Kembalinya pesawat merupakan ujian berat bagi kapsul Orion buatan Lockheed Martin. Saat menghantam atmosfer Bumi, perisai panasnya terkena suhu yang sangat tinggi, sekitar 2.760°C.

Gesekan yang intens menciptakan selubung plasma sementara, menyebabkan pemadaman komunikasi singkat namun diperkirakan sebelum awak pesawat berhasil melakukan kontak kembali.

Setelah pendaratan di laut, tim penyelamat dari NASA dan Angkatan Laut AS di atas kapal USS John P. Murtha tiba dalam waktu satu jam untuk menjemput para astronot.

Para awak akan menjalani evaluasi medis awal di laut sebelum kembali ke California dan akhirnya ke Pusat Antariksa Johnson NASA di Houston.


Jalan Menuju 2028

"Latihan gladi bersih" yang sukses ini membuka jalan bagi misi Artemis III, yang bertujuan untuk mengembalikan manusia ke permukaan bulan paling cepat pada tahun 2028.

Lebih dari itu, program Artemis bermaksud untuk membangun pangkalan bulan permanen pada tahun 2030-an, yang berfungsi sebagai batu loncatan penting untuk misi berawak ke Mars di masa depan.

Saat kapsul ditarik kembali ke pelabuhan, dunia merayakan era baru eksplorasi ruang angkasa—era di mana Bulan bukan lagi kenangan yang jauh tetapi rumah masa depan.

Share: