Trump mengeklaim bahwa Iran ingin mengadakan pembicaraan.
Miami, Suarathailand- Dalam sebuah forum investasi di Miami, utusan khusus Steve Witkoff pada Jumat (27/3) mengatakan AS akan menggelar pertemuan dengan Iran setidaknya "pekan ini", sementara Presiden Donald Trump dilaporkan menginginkan "kesepakatan damai" di tengah serangan AS-Israel yang masih berlangsung.
“Kami memperkirakan akan ada pertemuan pekan ini dan tentu berharap hal itu terwujud. Kapal-kapal mulai melintas, ini merupakan tanda positif, dan saya rasa presiden menginginkan kesepakatan damai,” kata Steve Witkoff.
“Inilah yang saya maksud dengan negosiasi, dan kami tidak akan berhenti sampai proses ini tuntas. Kami juga telah mengajukan hal tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, secara terpisah, Trump mengeklaim bahwa Iran ingin mengadakan pembicaraan.
"Mereka dihancurkan. Mereka ingin bicara, dan kami juga menginginkannya, sekarang mereka ingin membuat kesepakatan," katanya.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan Washington memperkirakan akan menyelesaikan kampanye militernya melawan Iran “dalam hitungan pekan, bukan bulan,” dan AS dapat mencapai tujuannya tanpa mengerahkan pasukan di lapangan.
AS dan Israel telah melakukan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari, yang menewaskan lebih dari 1.340 orang.
Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah aset militer AS, sehingga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar dan penerbangan global.
Selain itu, setidaknya 13 anggota militer AS telah tewas sejak perang dimulai, dalam konflik yang telah menaikkan harga energi dan mempengaruhi pengiriman melalui Selat Hormuz.




