Pemerintah harus mengambil langkah cepat untuk mengatasi dan mengantisipasi menyebarnya Covid-19 varian Omicron.
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih mengatakan pemerintah harus mengambil langkah cepat untuk mengatasi dan mengantisipasi menyebarnya Covid-19 varian Omicron.
"Jadi ini lampu kuning, kita perlu perketat lagi pintu masuk Indonesia, mau tidak mau," kata Daeng dalam diskusi bertajuk 'Heboh Omicron' yang disiarkan di YouTube MNC Trijaya, Sabtu (18/12/2021).
"Saya sampaikan memang harus kita evaluasi lagi untuk memperketat supaya yang dikarantina itu tidak menular ke petugas lain. Dan di dalam karantina itu memang tidak bisa keluar ke mana-mana. Dengan langkah seperti itu, kita berharap transmisi lokal itu bisa kita cegah sedini mungkin," tambah Daeng.
IDI juga menyarankan agar pemerintah menyiapkan kembali tempat untuk isolasi mandiri untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus. Penularan dan penyebaran varian Omicron diketahui sangat cepat.
Kemenkes Laporkan 2 Kasus Baru Omicron
Setelah satu orang pekerja pembersih di Wisma Atlet Kemayoran terkonfirmasi COVID-19 varian Omicron, kini bertambah lagi ada dua kasus Omicron. Dua orang terbaru itu adalah warga yang telah menempuh perjalanan dari Amerika dan Inggris.
"Dua pasien terkonfirmasi terbaru adalah IKWJ, 42 tahun, laki-laki, perjalanan dari Amerika Selatan, serta M, 50 tahun, laki-laki, perjalanan dari Inggris. Saat ini keduanya sedang menjalani karantina di Wisma Atlet," ungkap Nadia.
Temuan ini merupakan hasil pemeriksaan khusus SGTF yang dilakukan oleh Badan Litbang Kesehatan pada 14 dan 15 Desember lalu.
Kedua pasien terbaru terkonfirmasi Omicron setelah menjalani karantina wajib 10 hari seusai kembali dari luar negeri.




