26 Orang Tewas Akibat Ledakan di Pabrik Kembang Api di Hunan China


Hunan, Suarathailand- Presiden China Xi Jinping menyerukan penyelidikan, memerintahkan pihak berwenang untuk memperkuat penyaringan risiko

Sebuah ledakan di pabrik kembang api di provinsi Hunan, China, telah menewaskan 26 orang dan melukai sekitar 60 lainnya, mendorong Presiden Xi Jinping untuk menyerukan penyelidikan menyeluruh, lapor media pemerintah pada hari Selasa.

Ledakan di ibu kota Hunan, Changsha, yang merupakan pusat produksi kembang api, terjadi pada hari Senin sekitar pukul 16.40 (0840 GMT), menurut laporan China Central Television (CCTV) dan Xinhua.

Video di platform internet China menunjukkan asap tebal mengepul dari lokasi yang luas dengan bangunan yang runtuh dan puing-puing berserakan di sekitar area tersebut. Reuters tidak dapat memverifikasi rekaman tersebut.

Hampir 500 petugas pemadam kebakaran, penyelamat, dan personel medis hadir di lokasi kejadian, menurut South China Morning Post.

Ledakan terjadi di Perusahaan Manufaktur dan Pertunjukan Kembang Api Huasheng, menurut media. Reuters tidak dapat menemukan nomor telepon perusahaan tersebut untuk meminta komentar.

Xi menyerukan penyelidikan cepat untuk menentukan penyebab ledakan dan pertanggungjawaban yang ketat atas insiden tersebut, lapor Xinhua.

Tahun lalu, Tiongkok mengekspor kembang api senilai US$1,14 miliar, lebih dari dua pertiga penjualan global, menurut data dari Observatorium Kompleksitas Ekonomi.

Xi juga memerintahkan pihak berwenang untuk memperkuat penyaringan risiko dan pengendalian bahaya di industri-industri utama, meningkatkan keselamatan publik, dan memastikan keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat.

Xi sering mengeluarkan "instruksi penting" kepada pejabat setempat setelah kecelakaan dan bencana besar yang mengakibatkan korban jiwa. Pekan lalu, ia mendesak peningkatan kapasitas tanggap bencana di seluruh negeri.

Xi juga telah mengeluarkan instruksi setelah kebakaran di Hong Kong pada bulan November di kompleks Wang Fuk Court yang menewaskan 168 orang.

Share: