Pariwisata ganja di Thailand ini dinilai bisa membuka pintu untuk lonjakan pariwisata medis dan kebugaran.
Thailand mungkin memiliki kesempatan untuk memulihkan sektor ekonomi pariwisata yang hampir mati dari sumber yang tidak biasa: pariwisata ganja.
Thailand adalah negara di Asia Tenggara pertama yang melegalkan banyak aspek ganja. Mulai dari produksi dan impor serta ekspor untuk penggunaan medis. Baru-baru ini penggunaan dari aspek rekreasi yang lebih luas diizinkan seperti untuk minuman infus ganja yang dijual di rak-rak toko swalayan.
Pariwisata ganja di Thailand ini dinilai bisa membuka pintu untuk lonjakan pariwisata medis dan kebugaran.
Ganja telah menjadi industri besar, diperkirakan tahun ini mencapai US$247 juta untuk penggunaan medis legal dan $ 424 juta dari penggunaan rekreasi ilegal.
Diperkirakan pada tahun 2024, ganja legal Asia akan menjadi industri senilai $12,5 miliar.
Covid-19 telah menghancurkan industri pariwisata vital Thailand. Kedatangan turis asing ke Thailand tahun ini diperkirakan hanya lebih dari 1% dari angka pra-pandemi.
Pariwisata ganja dinilai dapat memikat wisatawan mewah dan kelas menengah ke atas, serta wisatawan lanjut usia dan mereka yang menderita penyakit yang dapat diobati dengan ganja seperti kanker atau epilepsi.
Jika Thailand mempromosikan pariwisata ganja dengan dokter dan klinik bersertifikat serta resor kesehatan ganja dan paket wisata medis, industri ini bisa menjadi keuntungan besar bagi negara.
Than Global Travel mengatakan program percontohan beberapa tahun yang lalu menarik wisatawan yang lebih tua dengan masalah medis, tetapi juga pemilik bisnis yang ingin masuk ke pasar ganja dan kaum milenial bersemangat untuk pengalaman baru ini.
Paket mereka adalah perjalanan 3 hari 2 malam dengan harga sekitar 9000 baht, tetapi paket ini terhenti akibat gelombang ketiga Covid-19.
Perusahaan tur berencana untuk fokus pada pariwisata medis tetapi juga melihat potensi dalam tur pabrik untuk investor ganja yang penasaran.
Mereka melihat industri ini akan meledak dalam 5 tahun ke depan dan Thailand secara siap untuk menjadi yang terdepan sebagai negara yang sudah dikenal dengan pariwisata dan yang pertama melegalkan ganja di kawasan.
Thailand perlu bertindak cepat untuk terus mengembangkan pariwisata ganja. Meski stigma masih ada kawasan ASEAN karena ganja sering digolongkan sebagai narkotika.
Tetapi sikap mulai berubah, bahkan di Asia, Malaysia dan Laos membuat rencana dan mengamati pasar ganja yang menguntungkan.
Pergeseran budaya tampaknya menuju ke arah legalisasi untuk penggunaan rekreasi, dan Thailand perlu memulainya sekarang jika berharap menjadi tujuan wisata ganja utama di Asia Tenggara. (TheThaiger)




