WHO Minta Dunia Tingkatkan Pengawasan Pada Covid-19 Varian Omicron

Varian Omicorn telah teridentifikasi di Botswana, Belgia, Hong Kong di Cina, dan Israel.

WHO menyatakan varian Covid-19 terbaru B.1.1.529 atau Omicorn akan menjadi "variant of concern". 

WHO meminta agar negara-negara meningkatkan upaya pengawasan dan pengurutan (sequencing).

Varian omicorn pertama kali dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dari Afrika Selatan pada Rabu, 24 November 2021. Varian tersebut juga telah teridentifikasi di Botswana, Belgia, Hong Kong di Cina, dan Israel.

Semakin banyak negara yang menangguhkan penerbangan dari Afrika bagian selatan karena varian baru virus corona yang mengkhawatirkan, varian Omicorn, yang memicu kekhawatiran serius di kalangan ilmuwan dan peneliti.

Para ilmuwan masih belum dapat memastikan apakah antibodi yang ada akan bereaksi dengan baik terhadap varian Omicorn, yang memiliki 32 mutasi protein lonjakan.

Para ilmuwan Inggris pertama kali mengetahui galur (strain) baru ini pada Selasa, 23 November 2021, setelah sampel diunggah ke situs web pelacakan varian COVID-19.

Kepala penasihat medis Badan Keamanan Kesehatan Inggris telah memperingatkan bahwa varian Omicorn adalah varian "paling mengkhawatirkan yang pernah kami lihat,". (xinhua, antara)

Share: