Puncak kasus Covid-19 akibat omiron bisa 3 sampai 6 kali lipat dari varian Delta.
Menkes Budi Gunadi Sadikin memprediksi puncak kasus Covid-19 varian Omicron terjadi akhir Februari 2022. Puncak kasus Covid-19 akibat omiron bisa 3 sampai 6 kali lipat dari varian Delta.
“Jadi kalau puncak kita dulu pernah 57.000 per hari, kita mesti siap-siap dan hati-hati dan waspada, tidak perlu kaget, kalau melihat di negara-negara lain itu bisa 2 kali sampai 3 kali di atas puncak Delta,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin saat Konferensi Pers secara virtual, Senin (31/1/2022).
Budi menambahkan di Amerika, puncak kasus Omicron empat 800.000 per hari dibandingkan dengan Delta 250.000 per hari. Di Perancis puncaknya sekarang masih terus naik di 360.000 kasus per hari dibandingkan dengan Delta 60.000 hari.
“Negara yang mirip dengan kita, Brasil sekarang juga masih naik di kisaran 190.000 per hari dibandingkan dengan puncaknya Delta 80.000 per hari. India sekarang 310.000 per hari dibandingkan Delta 380.000 per hari. Jepang 65.000 per hari sedangkan Delta 25.000 hari,” kata Menkes.
Menkes mengatakan, pemerintah memprediksi puncak kasus akibat varian Omicron ini akan terjadi pada akhir Februari.
“Tapi tadi kami sudah sampaikan bahwa di negara-negara lain bisa 3 kali sampai 6 kali dibandingkan puncaknya Delta, dan puncaknya Delta di Indonesia 57.000 kasus per hari,” kata Menkes. (antara)




