Waspada! Covid-19 Bisa Bikin Penderitanya Oon, Mengapa?

Covid bukan hanya penyakit pernapasan tetapi merupakan ancaman multifaset yang mempengaruhi berbagai aspek kesehatan kita, termasuk kemampuan kognitif kita.

Penelitian terbaru mengungkap adanya hubungan yang meresahkan antara Covid-19 dan penurunan kognitif yang menunjukkan bahwa infeksi ringan sekalipun dapat menyebabkan penurunan kecerdasan yang terukur.

Pengungkapan ini, didukung oleh penelitian ekstensif dari berbagai institusi di seluruh dunia, telah memicu kekhawatiran di kalangan ilmuwan dan masyarakat umum. Temuan penelitian ini dan dampaknya terhadap individu dan masyarakat mengkhawatirkan dan meresahkan.

Buktinya: Penelitian menyoroti dampak kognitif

Sebuah studi inovatif yang dilakukan oleh koalisi lembaga-lembaga bergengsi, termasuk Universitas George Mason, Pusat Penelitian Genetika Medis di Rusia, dan beberapa universitas di Tiongkok, telah menyoroti dampak signifikan Covid terhadap kecerdasan. Dengan memanfaatkan pengacakan Mendelian (MR) untuk menganalisis data dari hampir 270.000 orang, para peneliti menemukan hubungan yang mencolok antara hasil Covid dan tingkat kecerdasan.

Temuan penelitian ini menunjukkan kerentanan genetik terhadap infeksi SARS-CoV-2 dan Covid yang parah memiliki efek kausal terhadap kecerdasan, bahkan kasus rawat inap pun menunjukkan bukti penurunan kognitif.

Mendukung hal ini lebih lanjut, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Washington University di St. Louis-USA yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menilai fungsi kognitif 800.000 orang dewasa dari studi Real-Time Assessment of Community Transmision (REACT) di Inggris.

Para peneliti menemukan bahwa individu yang terinfeksi SARS-CoV-2 menunjukkan defisit kognitif yang setara dengan penurunan IQ sebesar 3 poin. Mereka yang menderita long Covid, yang didefinisikan sebagai gejala yang menetap selama lebih dari 12 minggu, mengalami penurunan IQ rata-rata sebesar 6 poin. Sementara mereka yang memerlukan perawatan intensif menghadapi penurunan IQ sebesar 9 poin yang mengkhawatirkan. Defisit ini terlihat jelas bahkan pada individu yang menderita Covid ringan dan gejalanya sudah teratasi.

Mekanisme molekuler: Bagaimana Covid mempengaruhi otak

Dampak buruk Covid pada otak terkait dengan beberapa mekanisme molekuler. Virus ini dapat menyebabkan peradangan saraf, yang menyebabkan penurunan fungsi neurokognitif. Jalur fungsional yang dibangun selama penelitian mengungkapkan bahwa perubahan patologis terkait Covid tidak hanya terjadi di otak tetapi juga di beberapa sistem periferal.

Hal ini menunjukkan adanya interaksi yang kompleks antara virus, sistem kekebalan, sistem saraf, dan pembuluh darah mikro               

Penelitian lebih lanjut menunjukkan infeksi SARS-CoV-2 menyebabkan fusi neuron, mengganggu aktivitas saraf, dan menyebabkan gangguan kognitif. Respons peradangan saraf yang berkepanjangan, kelainan struktural, dan percepatan penuaan otak telah diamati pada individu dengan infeksi Covid ringan hingga sedang.

Selain itu, keberadaan virus dalam sampel jaringan otak yang diperoleh selama otopsi kasus Covid yang parah menggarisbawahi dampak langsung virus tersebut pada otak.

Implikasi jangka panjang: Potensi krisis kecerdasan

Implikasi jangka panjang dari penurunan kognitif yang disebabkan oleh Covid sangat besar dan luas jangkauannya. Penurunan kecerdasan dapat menghambat pertumbuhan pribadi dan profesional, prestasi akademik, dan kemajuan masyarakat secara keseluruhan.

Kemampuan untuk berpikir, bernalar, dan membuat keputusan yang tepat merupakan hal mendasar bagi kemajuan dan inovasi. Jika sebagian besar masyarakat mengalami gangguan kognitif akibat Covid, industri yang bergantung pada kemampuan intelektual, seperti penelitian, teknologi, dan bidang kreatif, dapat menghadapi tantangan besar.

Selain itu, beban pada sistem layanan kesehatan dan layanan pendukung dapat meningkat karena semakin banyak individu yang memerlukan perawatan khusus, sumber daya pendidikan, dan program rehabilitasi kognitif. Produktivitas dan inovasi perekonomian mungkin akan terganggu, sehingga menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.

Temuan penelitian ini juga menimbulkan pertanyaan penting tentang potensi dampak kesehatan jangka panjang dari Covid. Akankah individu dengan defisit kognitif terkait Covid menghadapi risiko lebih tinggi terkena penyakit Alzheimer atau bentuk demensia lainnya di kemudian hari?

Dampaknya terhadap pencapaian pendidikan, prestasi kerja, dan aktivitas yang memerlukan kemampuan kognitif utuh memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Selain itu, memisahkan dampak kognitif dari infeksi Covid dari dampak pandemi yang lebih luas, seperti isolasi sosial dan trauma, sangatlah penting untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif.


Ke depan: Memprioritaskan penelitian dan kesehatan masyarakat

Saat kita terus menghadapi pandemi yang sedang berlangsung, sangat penting untuk memprioritaskan penelitian, langkah-langkah kesehatan masyarakat, dan sistem pendukung yang mengatasi dampak langsung dan jangka panjang dari Covid terhadap kesehatan kognitif.

Studi longitudinal yang melacak individu dari waktu ke waktu dan penyelidikan yang lebih mendalam terhadap mekanisme molekuler yang terlibat sangat penting untuk memahami sepenuhnya sejauh mana dampak virus terhadap kecerdasan.

Temuan-temuan dari penelitian-penelitian ini menjadi sebuah peringatan yang menekankan Covid bukan hanya penyakit pernapasan tetapi merupakan ancaman multifaset yang mempengaruhi berbagai aspek kesehatan kita, termasuk kemampuan kognitif kita. 

Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini memerlukan upaya bersama dari komunitas ilmiah, penyedia layanan kesehatan, pembuat kebijakan, dan masyarakat untuk memitigasi konsekuensi jangka panjang dan membangun masa depan yang berketahanan.

Bukti yang menghubungkan Covid dengan penurunan kognitif sangat menarik dan memprihatinkan. Potensi berkurangnya kecerdasan secara luas akibat virus ini menggarisbawahi pentingnya penelitian berkelanjutan dan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang proaktif. Saat kita berupaya mengatasi pandemi ini, memahami dan mengatasi dampaknya terhadap kesehatan kognitif kita sangatlah penting untuk memastikan kesejahteraan dan kemajuan individu dan masyarakat secara keseluruhan. (thaiger)

Share: