Venezuela Kutuk Operasi Militer AS, Keterlaluan dan Kejahatan Perang

Sejak 2019, terjadi peningkatan intensitas sikap permusuhan dengan sanksi, operasi terselubung, dan perampasan aset-aset Venezuela secara ilegal, tetapi "Venezuela tidak akan menyerah".


Caracas, Suarathailland- Freddy Nanez, Menteri Komunikasi dan Informasi Venezuela, mengutuk serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela dan sebut sebagai "kejahatan perang".

Nanez menggarisbawahi tanggung jawab historis komunitas budaya internasional di hadapan eskalasi kekerasan dan proses pelemahan hukum internasional.

Stigmatisasi terhadap Venezuela lebih didorong oleh kepentingan ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alamnya bukan oleh motivasi ideologis, ujar dia, sembari mengingat preseden historis terkait campur tangan eksternal di negara-negara lainnya.

Menurut Nanez, sejak 2019, terjadi peningkatan intensitas sikap permusuhan dengan sanksi, operasi terselubung, dan perampasan aset-aset Venezuela secara ilegal, tetapi "Venezuela tidak akan menyerah".

Dia juga menyerukan kepada para penyair, seniman, dan kaum intelektual di seluruh dunia untuk memikul tanggung jawab etis dan aktif di hadapan ancaman terhadap hak masyarakat untuk menentukan nasibnya sendiri.

Share: