Di Thailand, varian B.1.1.7 menyebabkan 20.000 infeksi domestik dengan 27 kematian hanya dalam 23 hari.
Setelah berhasil mengendalikan Covid-19 dengan lebih baik dibandingkan negara lain, kini Thailand menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang diakibatkan oleh varian B.1.1.7 asal Inggris.
Dilansir Reuters, Jumat (23/4/2021), Thailand melaporkan 2.070 kasus Covid-19 baru, dan merupakan jumlah kasus tertinggi sejak yang dialami negara ini, sejak pandemi dimulai.
Thailand menghadapi gelombang ketiga Covid-19, disebut paling parah hingga saat ini. Empat kematian baru akibat Covid-19 juga dilaporkan kementerian kesehatan setempat.
Kasus Covid-19 baru ini menambah total infeksi Covid-19 di Thailand menjadi 50.183, dan 121 kematian.
Varian baru virus corona yang kali pertama ditemukan di Inggris, varian B.1.1.7 adalah pemicu lonjakan kasus Covid-19 di Thailand.
Seperti diketahui sebelumnya, bahwa mutasi dari virus corona varian B.1.1.7 ini membuat SARS-CoV-2 yang mewabah saat ini bermutasi menjadi lebih menular.
Di Thailand, varian B.1.1.7 ini menyebabkan 20.000 infeksi domestik dengan 27 kematian hanya dalam 23 hari.
Lonjakan kasus akibat wabah ini pun terus menyebar ke seluruh negeri dimulai dari ibu kota Negeri Gajah Putih itu, di Bangkok.
Tak hanya Thailand yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 akibat varian baru virus corona B.1.1.7. Filipina juga dilaporkan mengalami lonjakan kasus, baik infeksi Covid-19 maupun angka kematian Covid-19.
Varian B117 telah dilaporkan di banyak negara di dunia, sejak kali pertama ditemukan di Inggris. Negara-negara Asia, termasuk di Indonesia juga telah melaporkan varian tersebut, dengan penemuan 10 kasus varian B117. (Reuters, Kompas)




