Uni Eropa klaim telah berulang menyampaikan pandangannya bahwa Nicolas Maduro tidak memiliki legitimasi dan terus mendorong terwujudnya transisi damai.
Eropa, Suarathailand- Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, meminta semua pihak menahan diri menyusul serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela.
Kallas menegaskan dalam kondisi apa pun, prinsip-prinsip hukum internasional harus tetap dihormati.
“Saya telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Duta Besar kami di Caracas. Uni Eropa memantau secara ketat situasi di Venezuela,” kata Kaja Kallas melalui X.
Sembari menegaskan kembali posisi Uni Eropa terkait perlunya transisi politik di Venezuela, Kallas menyatakan bahwa Uni Eropa telah berulang kali menyampaikan pandangannya bahwa Nicolas Maduro tidak memiliki legitimasi dan terus mendorong terwujudnya transisi damai.
“Dalam segala keadaan, prinsip hukum internasional dan Piagam PBB harus dihormati. Kami menyerukan penahanan diri,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keselamatan warga negara Uni Eropa di Venezuela merupakan prioritas utama.
Sebelumnya, pemerintah Venezuela menuduh AS menyerang fasilitas sipil dan militer di sejumlah negara bagian, serta menetapkan status darurat nasional.
Presiden AS Donald Trump memastikan telah melakukan serangan berskala besar melalui platform media sosial Truth Social.
Trump mengklaim Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri. AFP



