Uni Eropa Gak Mau Diam Saja, Desak AS Jelaskan Soal Tarif Baru

Eropa menolak tuduhan AS soal kelemahan dalam undang-undang Uni Eropa terkait pengendalian kerja paksa. Kallas menyebut tuduhan AS tersebut tidak berdasar.


Eropa, Suarathailand- Sputnik melaporkan Uni Eropa akan meminta klarifikasi dari AS soal penerapan tarif baru terhadap produk Eropa, kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas.

"Eropa memiliki kesepakatan dengan Amerika dan kami telah mematuhi kesepakatan itu, dari pihak kami. Itulah mengapa ini menjadi kejutan yang tidak menyenangkan bahwa kesepakatan tersebut tidak dipatuhi," kata Kallas di sela-sela pertemuan ASEAN di Manila, Filipina, Jumat.

Reuters menyebut AS di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, Jumat, menyatakan pemberlakuan tarif baru sebesar 10 persen dan 12,5 persen terhadap barang-barang dari 60 mitra dagang, termasuk Uni Eropa.

"Siapa yang bisa mengikuti perubahan tarif yang terus-menerus diberlakukan dan dicabut? Tidak, kami tidak mengharapkan hal ini," kata Kallas.

Eropa menolak tuduhan Amerika soal kelemahan dalam undang-undang Uni Eropa terkait pengendalian kerja paksa. Kallas menyebut tuduhan AS tersebut tidak berdasar.

"Jika Anda membandingkan undang-undang ketenagakerjaan kami dengan yang ada di Amerika Serikat, kami memiliki cuti berbayar, kami memiliki kondisi kerja yang sangat baik bagi para karyawan kami. Jadi, tuduhan itu sebenarnya tidak berdasar," ujarnya.

AS dan Uni Eropa pada Agustus 2025 mengumumkan kerangka kerja perjanjian perdagangan yang mewajibkan Uni Eropa menghapuskan tarif atas semua barang industri dari AS; sementara AS akan tetap memberlakukan tarif sebesar 15 persen terhadap sebagian besar barang Eropa.


Share: