Turis China Beri Nilai Bagus Pariwisata Thailand secara Keseluruhan

Makanan Thailand mendapat peringkat tertinggi dalam survei pengunjung Tiongkok.

Mayoritas warga negara Tiongkok yang bepergian ke Thailand pada kuartal kedua tahun ini datang untuk menikmati makanan dan buah-buahan Thailand.

Makanan Thailand mendapat peringkat tertinggi dalam survei pengunjung Tiongkok, namun tarif yang berlebihan, harga taksi yang terlalu mahal, dan tempat wisata yang terlalu ramai dipandang sebagai masalah utama.

Mayoritas warga negara Tiongkok yang bepergian ke Thailand pada kuartal kedua tahun ini datang untuk menikmati makanan dan buah-buahan Thailand, menurut Dewan Pariwisata Thailand.

Laporan Dewan Pariwisata Thailand yang diterbitkan Kamis lalu (4 Juli), mensurvei 205 warga negara Tiongkok, 44 persen di antaranya berasal dari Tiongkok Daratan, 24 persen dari Hong Kong, 18 persen dari Taiwan, dan 14 persen dari Singapura.

Laporan tersebut menunjukkan responden dari Singapura memiliki pengeluaran per perjalanan tertinggi sebesar 54,456 baht per orang, diikuti oleh responden dari Tiongkok Daratan (46,153 baht), Taiwan (37,295 baht) dan Hong Kong (36,144 baht).

Wisatawan dari Tiongkok Daratan merupakan wisatawan dengan jumlah kunjungan berulang tertinggi, rata-rata 2,83 kali per orang, diikuti oleh wisatawan dari Singapura (2,58 kunjungan), Hong Kong (2,49) dan Taiwan (2,32).

Laporan tersebut juga mengungkapkan 88 persen warga Tiongkok lebih memilih bepergian ke Thailand secara mandiri dibandingkan dengan 12 persen yang memilih bepergian dengan operator tur.

Namun, 45 persen responden mengatakan mereka menghadapi peningkatan belanja perjalanan dibandingkan sebelum era Covid-19, meskipun 44 persen mengatakan tidak ada perubahan dan 11 persen mengatakan belanja perjalanan mereka menurun.

Ketika ditanya tentang bagaimana mereka dapat menghemat biaya, 38 persen mengatakan mereka akan mengurangi pengeluaran untuk belanja dan oleh-oleh, diikuti oleh biaya perjalanan (33%), akomodasi (31%), hiburan (26%) dan makanan (12%).

Sementara itu, 68 persen responden mengatakan mereka menaruh perhatian pada belanja makanan, diikuti hiburan (48%), jasa pariwisata seperti pemandu wisata dan spa (35%), belanja dan oleh-oleh (25%), dan akomodasi (21%).

Share: