Polisi melaporkan tujuh serangan bom rakitan di Narathiwat pada larut malam tanggal 14 Februari 2026 dan hingga dini hari tanggal 15 Februari 2026
Narathiwat, Suarathailand- Polisi mengatakan tujuh serangan bom rakitan terjadi di distrik Yi-ngo dan Ra-ngae, Narathiwat, semalam pada tanggal 14-15 Februari 2026, merusak toko dan properti tetapi tidak menyebabkan cedera.
Polisi melaporkan tujuh serangan bom rakitan di Narathiwat pada larut malam tanggal 14 Februari 2026 dan hingga dini hari tanggal 15 Februari 2026, yang mengenai lima lokasi di distrik Yi-ngo dan dua di distrik Ra-ngae. Tidak ada laporan cedera.

Distrik Yi-ngo: Lima Insiden Dilaporkan Terjadi
Para pejabat mengatakan para pelaku berpencar dan melakukan serangan pada waktu yang berbeda:
-23.00 (14 Februari): Ledakan dan kebakaran di luar bengkel sepeda motor (Kasama Robi), di seberang Asosiasi Tionghoa, Desa 7, kecamatan Yi-ngo.
-Pukul 00.00 (15 Februari): Insiden terjadi di luar toko telepon seluler (A. Burhan) dan Kantor Peternakan, dekat wilayah kota 2 dan 3, Desa 7, Kecamatan Yi-ngo.
-Pukul 02.00 (15 Februari): Insiden terjadi di luar toko reparasi televisi dekat menara jam dan toko “Mada”.
-Pukul 04.00 (15 Februari): Serangan pembakaran terjadi di luar toko beras “Kana” dekat jembatan baja.
-Pukul 05.00 (15 Februari): Insiden terakhir terjadi di luar sebuah rumah tinggal (“Kuso”) di jalan menuju Pattani.

Distrik Ra-ngae: Dua Insiden di Tanyongmas
-Dua insiden tambahan dilaporkan di subdistrik Tanyongmas, distrik Ra-ngae:
-Sekitar pukul 23.32 (14 Februari): Di luar toko kelontong di Desa 7.
-Sekitar pukul 01.00 (15 Februari): Di seberang Kantor Pelayanan Pendidikan Dasar Narathiwat Area 3.

Kerusakan dilaporkan, tidak ada korban jiwa
Inspeksi awal menemukan kerusakan pada bagian depan ruko dan toko. Sebuah sepeda motor sespan dan beberapa barang rusak akibat kebakaran, dengan puing-puing dan bekas jelaga berserakan di jalan. Laporan awal mengatakan tidak ada yang terluka atau tewas.
Respons keamanan dan investigasi
Polisi, militer, dan pejabat administrasi lokal menutup area yang terkena dampak dan berkoordinasi dengan tim EOD dan petugas forensik untuk inspeksi terperinci. Pihak berwenang mengatakan mereka sedang meninjau rekaman CCTV dari semua lokasi untuk mengidentifikasi tersangka dan menentukan tanggung jawab.




