TSEA Desak Pemerintah Thailand Tangguhkan Proyek Konstruksi Skala Besar

Penangguhan tersebut akan memungkinkan peninjauan standar keselamatan dan membantu mencegah korban jiwa lebih lanjut.


Bangkok, Suarathailand- Presiden Asosiasi Insinyur Struktur Thailand (TSEA) mendesak pemerintah untuk menangguhkan proyek konstruksi skala besar menyusul dua kecelakaan derek yang menewaskan banyak orang. 

Penangguhan tersebut akan memungkinkan peninjauan standar keselamatan dan membantu mencegah korban jiwa lebih lanjut.

Presiden Asosiasi Insinyur Struktur Thailand (TSEA) telah meminta pemerintah untuk menangguhkan proyek konstruksi skala besar di area publik menyusul dua kecelakaan fatal pada hari-hari berturut-turut. Ia juga memberikan kemungkinan penyebab runtuhnya derek di Jalan Raya Rama II.

Masalah Keselamatan yang Disorot oleh Runtuhnya Derek Baru-baru Ini

Presiden TSEA Profesor Dr. Amorn Pimanmas menyatakan bahwa insiden baru-baru ini yang melibatkan runtuhnya dua derek gantry peluncuran — satu di Nakhon Ratchasima pada hari Rabu dan satu lagi di Jalan Raya Rama II pada Kamis pagi — telah menyoroti masalah keselamatan serius terkait proyek konstruksi skala besar di ruang publik.

Profesor Amorn menekankan bahwa jatuhnya pondasi logam derek gantry yang digunakan untuk proyek pembangunan kereta api cepat Thailand-Tiongkok di Nakhon Ratchasima dan runtuhnya derek di Rama II menunjukkan standar keselamatan yang tidak memadai dalam proyek-proyek tersebut.


Seruan untuk Penangguhan dan Peninjauan Standar Keselamatan Konstruksi

Amorn merekomendasikan agar pemerintah menangguhkan proyek konstruksi skala besar di dekat area publik hingga penyelidikan lebih lanjut. Ia menyarankan agar periode penangguhan digunakan untuk meninjau standar keselamatan semua proyek konstruksi besar, memastikan kepatuhan yang lebih ketat terhadap peraturan.

Selain itu, Amorn menyerukan pembentukan komite independen untuk menyelidiki penyebab kedua kecelakaan tersebut. Ia menekankan bahwa pemerintah harus menegakkan hukum secara ketat dan memastikan bahwa mereka yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban. 

Lebih lanjut, ia mengusulkan amandemen terhadap undang-undang yang ada untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh konstruksi skala besar di ruang publik dengan lebih baik.


Hipotesis Penyebab Runtuhnya Derek Rama II

Mengenai insiden Rama II, Profesor Amorn menyatakan bahwa meskipun penyebab pasti runtuhnya derek masih belum jelas, beberapa faktor potensial telah diidentifikasi:

Runtuh Berbentuk V: Derek runtuh dengan bentuk V, menunjukkan bahwa struktur baja derek tidak mampu menopang beban yang ditanggungnya.

Segmen Beton yang Menggantung: Beberapa segmen beton menggantung pada saat runtuh dan jatuh menimpa dua kendaraan yang lewat. Ini menunjukkan bahwa runtuh terjadi selama pemasangan segmen, dengan berat beton yang menggantung menyebabkan derek patah di tengah.

Kelemahan Sambungan Derek: Patahnya derek dapat terjadi pada komponen derek itu sendiri atau pada sambungan tempat bagian-bagian derek dihubungkan. 

Biasanya, derek peluncuran terdiri dari beberapa bagian yang diikat bersama dengan pin atau baut. Oleh karena itu, diperlukan inspeksi untuk menentukan apakah titik patah sesuai dengan sambungan dan apakah perakitan atau pemasangan derek tersebut salah.


Membandingkan Insiden Derek Rama II dan Si Khiew

Profesor Amorn lebih lanjut menjelaskan perbedaan antara runtuhnya derek di Rama II dan insiden di Si Khiew. Dalam kasus Rama II, derek itu sendiri patah, sementara segmen beton masih menggantung. 

Sebaliknya, runtuhnya derek di Si Khiew melibatkan alas yang menopang derek, dengan derek itu sendiri tetap utuh. Runtuhnya derek di Si Khiew terjadi saat derek sedang dipindahkan ke bagian proyek berikutnya.


Insiden Rama II: Detail Runtuhnya Derek yang Fatal

Kecelakaan Rama II terjadi pada pukul 9:15 pagi hari Kamis ketika derek peluncur balok, yang digunakan dalam pembangunan jalan tol layang M82, patah di tengah. Hal ini menyebabkan derek dan beberapa segmen beton jatuh menimpa dua kendaraan yang lewat, yang secara tragis menewaskan dua orang.

Share: