Sejak awal 2026, lebih dari 3.600 kebakaran hutan telah terjadi di Kanada, dengan luas area yang terbakar mencapai 2,8 juta hektare.
AS, Suarathailand- Sputnik melaporkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengusulkan biaya pencemaran udara akibat kebakaran hutan di Kanada dimasukkan ke dalam tarif impor yang dikenakan terhadap negara tersebut.
Pusat Penanganan Kebakaran Hutan Antar-Lembaga Kanada (CIFFC) mencatat terdapat 888 titik kebakaran hutan aktif di negara tersebut.
Sementara sejak awal 2026, lebih dari 3.600 kebakaran hutan telah terjadi di Kanada, dengan luas area yang terbakar mencapai 2,8 juta hektare.
"AS meminta Kanada bertanggung jawab karena mereka tidak merawat hutan dan semak belukarnya dengan baik. Akibatnya, Amerika Serikat terus-menerus diterpa udara yang kotor, tercemar, dan tidak sehat, dengan kualitas yang berbahaya serta sama sekali tidak dapat diterima," tulis Trump melalui Truth Social.
Trump menilai kondisi itu merupakan bentuk kelalaian yang disengaja dan telah menjadi peristiwa tahunan yang merugikan Amerika Serikat hingga miliaran dolar AS.
"Ini adalah kelalaian yang disengaja dan telah menjadi kejadian tahunan yang merugikan Amerika Serikat hingga miliaran dolar AS. Biaya akibat pencemaran ini sudah seharusnya ditambahkan ke dalam tarif yang saat ini dibayar oleh Kanada," katanya.
Trump juga mengatakan akan berbicara dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney pada hari yang sama untuk membahas langkah-langkah yang akan diambil pemerintah Kanada dalam menangani persoalan tersebut.
Kebakaran hutan dan lahan hebat di Kanada dilaporkan telah berdampak hingga ke negara tetangga. Ibu Kota Amerika Serikat, Washington D.C., diselimuti kabut asap pekat pada Jumat pagi, sebagaimana dilaporkan koresponden kantor berita RIA Novosti.
Pemerintah Kota Washington telah mengumumkan peringatan kualitas udara berkategori "merah". Anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit jantung atau paru-paru diimbau untuk menghindari aktivitas fisik yang lama atau berat di luar ruangan.
Kondisi udara di Washington dan wilayah sekitarnya, seperti Maryland serta Virginia, pada Kamis malam masih terpantau normal. Namun, kabut asap tebal mulai menyelimuti wilayah tersebut sebelum fajar pada hari Jumat.
Situasi tersebut diperparah oleh gelombang suhu panas yang meningkatkan risiko kesehatan. Suhu udara di Washington diperkirakan mencapai 97 derajat Fahrenheit (sekitar 36 derajat Celsius) pada Jumat.
Selain Washington, kabut asap akibat kebakaran hutan Kanada sebelumnya telah menutupi langit kota New York dan Boston, sementara kualitas udara di Chicago dilaporkan terus memburuk.




