Bandara Sanaa dilaporkan telah dihantam tiga serangan udara pada Senin (13/7) sebelum kedatangan pesawat dari Iran yang membawa para pemimpin gerakan Ansar Allah (Houthi).
AS, Suarathailand- Sputnik melaporkan Presiden AS Donald Trump memberikan persetujuan lebih dulu kepada Arab Saudi atas keputusan untuk melakukan serangan udara di bandara Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi, menurut laporan Axios yang mengutip pejabat AS, Selasa.
Serangan itu dilakukan sebelum kedatangan pesawat yang membawa para pemimpin gerakan Syiah, Houthi.
Bandara Sanaa dilaporkan telah dihantam tiga serangan udara pada Senin (13/7) sebelum kedatangan pesawat dari Iran yang membawa para pemimpin gerakan Ansar Allah (Houthi).
Pesawat tersebut akhirnya mendarat di Yaman bagian barat daya.
Houthi menuduh Arab Saudi melakukan serangan tersebut, tetapi Kementerian Pertahanan Yaman yang diakui secara internasional mengeklaim bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Serangan udara di bandara Sanaa didahului oleh permintaan dari Riyadh kepada Washington, setelah itu Trump menyetujui operasi Saudi tersebut selama panggilan telepon.
Setelah serangan udara di bandara Sanaa, Mohammed al-Farah, anggota biro politik gerakan Houthi, mengatakan bahwa AS mendorong Arab Saudi menuju perang melawan Houthi.




