Menteri Pertahanan Kamboja Tea Seiha telah meminta agar pertemuan tersebut diadakan di Kuala Lumpur.
Bangkok, Suarathailand- Thailand telah menolak permintaan Kamboja untuk memindahkan pertemuan Komite Perbatasan Umum (GBC) hari Rabu (24/12) dari Chanthaburi ke Kuala Lumpur, dengan bersikeras agar pembicaraan tetap berada di bawah mekanisme bilateral.
Pihak Thailand dari Komite Perbatasan Umum (GBC) telah menolak permintaan dari pihak Kamboja untuk memindahkan tempat pertemuan hari Rabu dari Chanthaburi ke Kuala Lumpur, kata seorang sumber keamanan senior Thailand pada hari Selasa.
Sumber tersebut berbicara setelah Agence France-Presse melaporkan pada hari Selasa waktu Bangkok bahwa Menteri Pertahanan Kamboja Tea Seiha telah meminta agar pertemuan tersebut diadakan di Kuala Lumpur.
Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Sihasak Phuangketkeow mengatakan pembicaraan yang bertujuan untuk menyelesaikan bentrokan perbatasan yang sedang berlangsung harus diadakan secara bilateral di bawah kerangka mekanisme perbatasan yang ada—GBC. Ia mengatakan pertemuan tersebut akan berlangsung di Chanthaburi.
Dalam surat tertanggal Senin kepada Menteri Pertahanan Thailand Jenderal Nattaphon Narkphanit, Tea Seiha mengatakan pertemuan GBC harus diadakan di tempat yang aman dan netral, bukan di Thailand.
“Untuk alasan keamanan, karena pertempuran yang sedang berlangsung di sepanjang perbatasan, pertemuan ini harus diadakan di tempat yang aman dan netral,” AFP mengutip Tea Seiha yang menulis dalam surat tersebut, yang menurut AFP diperoleh pada hari Selasa dan dikonfirmasi dengan kementerian.
Sumber keamanan Thailand mengatakan sekretaris GBC Kamboja mengirim surat kepada pihak Thailand yang menyampaikan permintaan untuk memindahkan tempat pertemuan ke Kuala Lumpur.
Sumber tersebut mengatakan Thailand segera menolak permintaan tersebut dan bersikeras pertemuan harus diadakan di distrik Ban Laem, Chanthaburi.
GBC adalah mekanisme bilateral tingkat tinggi utama antara Thailand dan Kamboja untuk mengelola keamanan dan menjaga perdamaian di sepanjang perbatasan bersama mereka sepanjang 800 kilometer. GBC diketuai bersama oleh menteri pertahanan kedua negara.




