Strategi ini bertujuan mengamankan investasi lebih dari 2,5 triliun THB dan melatih lebih dari 230.000 orang pada tahun 2050 untuk membangun ekosistem semikonduktor yang lengkap.
Bangkok, Suarathailand- Thailand telah meluncurkan "Peta Jalan Semikonduktor Nasional 2050" selama 25 tahun untuk bertransisi dari perakit kontrak menjadi pemilik teknologi di bawah konsep "Chip Buatan Thailand".
Strategi ini bertujuan mengamankan investasi lebih dari 2,5 triliun THB dan melatih lebih dari 230.000 orang pada tahun 2050 untuk membangun ekosistem semikonduktor yang lengkap.
Rencana ini awalnya akan fokus pada penguatan keunggulan yang ada dalam perakitan dan pengujian (OSAT) dan desain IC, dengan tujuan jangka panjang untuk mengembangkan fabrikasi wafer hulu.
Rencana ini merekomendasikan fokus pada lima kelompok chip utama—Daya, Sensor, Fotonik, Analog, dan Diskrit—untuk mendukung industri utama Thailand seperti otomotif, elektronik, dan AI.
Thailand telah mengambil langkah besar untuk memajukan ambisi semikonduktornya, dengan mendorong rancangan pertama "Peta Jalan Semikonduktor Nasional 2050" sebagai strategi 25 tahun yang bertujuan untuk mentransformasikan negara dari perakit kontrak menjadi pemilik teknologi di bawah konsep "Chip Buatan Thailand".
Pada pertemuan Komite Kebijakan Industri Semikonduktor dan Elektronik Canggih Nasional ("Dewan Semikonduktor") pada 7 Januari, yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Ekniti Nitithanprapas, panel tersebut meninjau Rancangan Strategi Nasional untuk Pengembangan Industri Semikonduktor dan Elektronik Canggih, yang telah dikembangkan sejak April 2025.
Narit Therdsteerasukdi, Sekretaris Jenderal Badan Investasi (BOI), mengatakan BOI telah mempekerjakan Roland Berger, sebuah perusahaan konsultan global terkemuka, untuk melakukan studi mendalam dan menyusun strategi tersebut.
Ia mengatakan bahwa rancangan tersebut telah melalui sidang publik dan konsultasi dengan para pemangku kepentingan pada Oktober 2025.
Studi tersebut membandingkan perkembangan industri semikonduktor Thailand dengan negara-negara tetangga di kawasan seperti Singapura dan Malaysia, serta pesaingnya, Vietnam dan Filipina.
Narit mengatakan bahwa meskipun industri semikonduktor Thailand masih dalam tahap awal, negara ini memiliki peluang untuk berkembang dan bersaing.
Rancangan tersebut merekomendasikan fokus pada lima kelompok produk di mana Thailand memiliki potensi yang kuat: Daya, Sensor, Fotonik, Analog, dan Chip Diskrit, karena digunakan dalam industri-industri utama Thailand seperti otomotif, elektronik, telekomunikasi, pusat data, teknologi AI, sistem otomatisasi, dan layanan medis.
Menargetkan investasi sebesar THB 2,5 triliun
Strategi rancangan tersebut menetapkan arah untuk mengembangkan industri semikonduktor dan elektronik canggih dengan membangun kekuatan yang ada di Thailand sambil mengembangkan kemampuan baru, menghubungkan rantai nilai dari hulu ke hilir, dan mempromosikan "Chip Buatan Thailand".
Program ini menargetkan investasi lebih dari 2,5 triliun Baht Thailand selama 25 tahun ke depan (2026-2050), melatih lebih dari 230.000 orang untuk industri ini, dan menciptakan ekosistem semikonduktor yang lengkap.
Dalam lima tahun pertama, fokusnya akan pada penguatan bidang-bidang di mana Thailand sudah memiliki keunggulan, termasuk Outsourced Semiconductor Assembly and Test (OSAT), desain IC, dan produk elektronik canggih.
Rencana ini juga bertujuan untuk mendorong investasi dalam fabrikasi wafer hulu di Thailand, bersamaan dengan membina perusahaan-perusahaan Thailand yang mampu menjadi pemain utama di masa depan dalam industri semikonduktor.



