Thailand, sebagai ketua Komite Negosiasi DEFA (DEFA NC), memainkan peran utama dalam mendorong negosiasi dan mengoordinasikan posisi negara-negara anggota ASEAN hingga kesepakatan berhasil dicapai.
Bangkok, Suarathailand- Thailand telah mengumumkan keberhasilan besar sebagai ketua Komite Negosiasi DEFA, memimpin ASEAN untuk menyelesaikan negosiasi mengenai Perjanjian Kerangka Ekonomi Digital ASEAN (DEFA). Perjanjian tersebut kini diharapkan akan ditandatangani selama KTT ASEAN akhir tahun ini, memposisikan kawasan ini untuk menjadi pusat ekonomi digital global.
Suphajee Suthumpun, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perdagangan, mengatakan negosiasi mengenai Perjanjian Kerangka Ekonomi Digital ASEAN telah selesai. pada Pertemuan Pejabat Ekonomi Senior ASEAN ke-57, sesi ke-2, yang diadakan di Manila, Filipina, pada 27-29 Mei 2026.
Thailand, sebagai ketua Komite Negosiasi DEFA (DEFA NC), memainkan peran utama dalam mendorong negosiasi dan mengoordinasikan posisi negara-negara anggota ASEAN hingga kesepakatan berhasil dicapai.
Ia mengatakan ini menandai langkah penting dalam meletakkan fondasi bagi ekonomi digital kawasan. Tahap selanjutnya adalah peninjauan hukum untuk mempersiapkan perjanjian untuk penandatanganan resmi pada KTT ASEAN pada November 2026.
Suphajee mengatakan Thailand telah bekerja sama erat dengan semua negara anggota ASEAN setelah dipercayakan untuk memimpin DEFA NC, membantu mendorong negosiasi dan membangun konsensus.
Ia mengatakan keberhasilan pembicaraan, yang mencakup isu-isu kompleks terkait ekonomi digital masa depan, tidak hanya mencerminkan peran utama Thailand di panggung ekonomi internasional, tetapi juga menunjukkan kemampuan ASEAN untuk bersama-sama menetapkan aturan ekonomi digital regional berstandar tinggi.
Aturan-aturan ini dirancang untuk menanggapi lanskap ekonomi global yang berubah dengan cepat dan memperkuat kepercayaan dalam perdagangan dan investasi digital global.
DEFA bukan hanya perjanjian ekonomi digital ASEAN, katanya, tetapi seperangkat aturan baru yang akan membantu meningkatkan lingkungan bisnis digital di kawasan ini.
Ini akan memungkinkan perdagangan dan investasi lintas batas mengalir lebih lancar, mengurangi biaya, dan meningkatkan efisiensi dengan menghubungkan sistem digital antar negara anggota sehingga mereka dapat beroperasi bersama secara efektif, atau mencapai interoperabilitas.
Hal ini akan menciptakan peluang baru bagi bisnis di seluruh kawasan, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan memberi mereka akses yang lebih besar ke pasar, teknologi, dan inovasi.
Pada saat yang sama, DEFA akan meletakkan dasar bagi pertumbuhan ekonomi digital ASEAN secara aman dan kredibel melalui kerja sama dalam keamanan siber, perlindungan konsumen, langkah-langkah anti-penipuan daring, dan kesiapan untuk teknologi masa depan seperti kecerdasan buatan (AI).
Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk membantu ASEAN bersaing dalam ekonomi digital global.
DEFA adalah perjanjian ekonomi digital regional pertama di dunia di antara negara-negara anggota ASEAN. Negosiasi formal dimulai pada tahun 2023 dan berhasil diselesaikan pada tahun 2026.
Pencapaian ini menandai tonggak penting lainnya yang memperkuat peran Thailand sebagai pemimpin dalam mendorong agenda ekonomi digital kawasan ini.
Studi menunjukkan bahwa DEFA dapat membantu mendorong nilai ekonomi digital ASEAN hingga US$2 triliun pada tahun 2030, sekaligus mengangkat kawasan ini menjadi pusat ekonomi digital yang terhubung, komprehensif, dan berkelanjutan di panggung global.




