Kamboja perlu menunjukkan niat tulus dengan menunjukkan kesiapannya untuk perdamaian, termasuk gencatan senjata yang sebenarnya.
Jepang, Suarathailand- Menteri Luar Negeri Sihasak mengunjungi Jepang, membahas konflik perbatasan Thailand-Kamboja, menekankan netralitas dan tidak memihak dalam upaya mediasi internasional
Sihasak Phuangketkeow, Menteri Luar Negeri Thailand, selama kunjungannya ke Jepang pada 18-20 Desember 2025, membahas konflik perbatasan Thailand-Kamboja yang sedang berlangsung.
Pada 18 Desember 2025, ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Jepang untuk memperkuat hubungan bilateral dan mempromosikan investasi Jepang di Thailand, terutama di industri teknologi tinggi.
Dalam kunjungannya, Sihasak juga membahas kekhawatiran yang disampaikan oleh negara-negara tetangga dan pihak internasional tentang situasi di perbatasan Thailand-Kamboja.
Selama pertemuan tersebut, Sihasak mengklarifikasi posisi Thailand mengenai konflik perbatasan yang sedang berlangsung, menekankan bahwa Thailand tidak memicu kerusuhan tersebut. Ia menjelaskan bahwa meskipun Kamboja telah menyatakan minatnya pada pembicaraan gencatan senjata, Kamboja perlu menunjukkan niat tulus dengan menunjukkan kesiapannya untuk perdamaian, termasuk gencatan senjata yang sebenarnya.
Ia lebih lanjut menyatakan bahwa Thailand tidak menolak tawaran mediasi dari negara asing, tetapi menekankan bahwa netralitas sangat penting dalam setiap upaya mediasi.
Thailand akan menyambut upaya dari negara lain untuk membantu memfasilitasi perdamaian, tetapi penting bahwa mediasi tersebut tidak memihak dan tidak condong ke salah satu pihak.
Sihasak juga menyebutkan bahwa penyelesaian akhir konflik harus berasal dari negosiasi langsung antara Thailand dan Kamboja, dengan Kamboja mengambil langkah pertama menuju dialog.
Selain situasi perbatasan, Sihasak menyoroti bahwa hubungan Thailand dengan Jepang tetap kuat, dengan kedua negara terus membangun hubungan ekonomi dan budaya.
Tahun 2026 menandai peringatan 140 tahun hubungan diplomatik antara Thailand dan Jepang, dan Sihasak membahas inisiatif masa depan untuk mempromosikan kerja sama yang lebih dalam dalam perdagangan, investasi, dan pertukaran antar masyarakat.
Sihasak juga menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama yang berkelanjutan antara kedua negara dan menegaskan kembali komitmen Thailand untuk bekerja sama dengan Jepang guna meningkatkan stabilitas regional dan mendorong kemakmuran bersama.
Sebagai bagian dari kunjungannya, Sihasak bertemu dengan para anggota parlemen dan pemimpin bisnis Jepang untuk lebih memperkuat kerja sama ekonomi dan peluang investasi, khususnya di sektor-sektor seperti teknologi digital, energi bersih, dan bioteknologi.
Selama kunjungan tersebut, ia juga berdiskusi dengan para akademisi Jepang mengenai kerja sama politik dan keamanan di kawasan tersebut, memperkuat peran Thailand sebagai pemain kunci dalam perdamaian dan stabilitas regional.
Sebagai penutup, Sihasak menekankan bahwa Thailand berkomitmen pada perdamaian dan diplomasi, menyoroti pentingnya mediasi netral, dan mendesak Kamboja untuk menunjukkan kesediaannya untuk berdialog.




