tema Malaysia "Inklusivitas dan Keberlanjutan" tepat dan sejalan dengan prioritas kolektif ASEAN.
Kuala Lumpur, Suarathailand- Thailand sepenuhnya mendukung kepemimpinan Malaysia di ASEAN, menggarisbawahi perlunya kolaborasi yang lebih kuat untuk mengatasi tantangan keamanan dan ekonomi bersama guna memastikan kawasan tersebut tetap tangguh di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra mengatakan tema Malaysia "Inklusivitas dan Keberlanjutan" tepat dan sejalan dengan prioritas kolektif ASEAN.
"Kami mengandalkan Malaysia untuk mengejar kolaborasi yang lebih erat dan memanfaatkan sepenuhnya mekanisme Asia yang ada dalam menangani masalah lintas batas yang mendesak yang berdampak pada keamanan dan kesejahteraan rakyat kami," katanya.
Mengenai persatuan Asia, Paetongtarn menyatakan keyakinannya pada kepemimpinan Malaysia, dengan menyatakan bahwa negara itu akan memainkan peran kunci dalam mempertahankan perdamaian dan stabilitas regional.
"Inisiatif Malaysia, seperti KTT Dewan Kerja Sama ASEAN-Teluk + Tiongkok, mencerminkan komitmen untuk keterlibatan strategis dengan mitra eksternal di tengah ketegangan global.
“Pendekatan ini akan membantu ASEAN menavigasi ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi,” ungkapnya kepada Bernama dalam wawancara tertulis.
Seiring persaingan kekuatan besar dan pertikaian regional membentuk kembali lanskap geopolitik Asia Tenggara, ia mengatakan Thailand dan Malaysia harus terus memainkan peran proaktif dan konstruktif dalam menjaga stabilitas dan ketahanan ekonomi di kawasan tersebut.
Mengenai penunjukan ayahnya, mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra, sebagai penasihat informal untuk kepemimpinan Malaysia di ASEAN, ia mengatakan “ia bertugas dalam kapasitas pribadi dan pandangan atau pendapat apa pun yang diungkapkan dalam peran ini akan menjadi miliknya sendiri”.
Namun, ia mengakui bahwa pengalaman politik dan bisnisnya, khususnya pada lanskap politik ASEAN dan pembangunan regional, dapat meningkatkan kerja sama antarnegara anggota.
Thailand, kata Paetongtarn, juga mengakui peran penting Malaysia sebagai fasilitator dalam negosiasi perdamaian untuk provinsi perbatasan selatan Thailand (SBP) dan tetap berkomitmen untuk mencapai stabilitas yang langgeng.
“Malaysia adalah satu-satunya aktor asing resmi yang mengambil bagian sebagai fasilitator proses dialog perdamaian, mendukung Thailand dalam memulihkan perdamaian dan keamanan, dan mengembangkan kawasan dengan pendekatan yang berkelanjutan, demi kepentingan rakyat kedua negara.
“Dengan upaya Malaysia dalam proses tersebut, dan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif di Thailand Selatan, Thailand sangat yakin perdamaian yang langgeng di kawasan tersebut dapat segera tercapai,” katanya. The Star




