Korban kehilangan lebih dari 1,1 juta baht (Rp450 juta) setelah ditipu oleh jaringan ini. Diduga banyak korban lain juga.
Bangkok, Suarathailand- Polisi siber Thailand membongkar jaringan penipuan yang menyamar sebagai bank terkenal, memikat korbannya dengan janji keuntungan tinggi dengan investasi minimal. Seorang korban kehilangan lebih dari 1,1 juta baht (Rp450 juta) setelah ditipu oleh jaringan ini.
Kisah bermula ada orang asing yang menghubungi korban melalui aplikasi pesan LINE dan mengirimkan link yang mengarah ke iklan yang mengaku dari Citibank. Iklan tersebut menjanjikan pengembalian 30,000 baht (Rp13,5 juta) per bulan dengan investasi awal hanya 1,000 baht. Tertarik oleh prospek keuntungan yang tinggi, korban mentransfer 1.000 baht (Rp453 ribu) ke rekening penipu.
Penipu kemudian membalas pesan, memperingatkan bahwa investasi 1,000 baht sangat berisiko dan merekomendasikan investasi tambahan. Terbujuk oleh klaim penipu, korban mentransfer 8,999 baht lagi.
Penipu terus meyakinkan korbannya untuk berinvestasi lebih banyak dengan menjanjikan keuntungan besar senilai ratusan ribu baht. Hal ini menyebabkan korban mentransfer tambahan 99,678 baht.
Penipuan meningkat karena penipu mengklaim bahwa total investasi masih tidak cukup untuk menarik uang. Korban dibujuk untuk mentransfer 124,379 baht lebih.
Setelah transaksi tersebut, penipu memberi tahu korban bahwa investasi mereka telah menghasilkan keuntungan sebesar 2.000.000 baht. Namun untuk menarik uang tersebut diperlukan biaya sebesar 46,642 baht. Korban, yang masih mempercayai penipuan tersebut, mentransfer biayanya.

Biaya pemrosesan
Selanjutnya, penipu mengklaim harus membayar pajak penghasilan sebesar 72.555 baht. Korban menurut dan mentransfer sejumlah uang. Penipu kemudian dengan licik menyatakan ada kesalahan dan meminta transfer lagi sebesar 72,554 baht.
Setelah itu, penipu meminta tambahan 100,000 baht untuk biaya pelatih dan 120,909 baht untuk pembayaran pajak lebih lanjut. Korban terus menurutinya.
Penipuan terus berlanjut dengan penipu meminta 60,499 baht untuk biaya pemrosesan dan 80,000 baht lainnya untuk pemrosesan tingkat VIP, mengklaim bahwa sejumlah besar uang memerlukan penanganan khusus.
Setelah pembayaran ini, penipu lalu menunjukkan kesalahan lainnya, sehingga korban harus mentransfer 80.000 baht lagi.
Mulai mencurigai adanya kecurangan, korban berkonsultasi dengan teman-temannya dan menyadari penipuan tersebut. Total, korban mentransfer uang sebanyak 18 kali sebesar 1.107.505 baht. Korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke polisi untuk diselidiki.
Mayor Jenderal Polisi Worawat Watnakornbancha, kepala Biro Investigasi Kejahatan Dunia Maya, memerintahkan penyelidikan. Petugas mengumpulkan cukup bukti dan memperoleh surat perintah pengadilan untuk beberapa anggota jaringan penipuan.
Adichat Amornpradit, petugas spesialis analisis berita dan alat khusus, kemarin, 28 Agustus, memimpin tim polisi untuk memburu salah satu tersangka, Ratchanath, 22 tahun. Dia bersembunyi di perumahan Eua-Arthorn di Soi Wat Koo, Bang Phut, distrik Pak Kret, provinsi Nonthaburi. Polisi menangkapnya ketika dia sedang berdiri di pinggir jalan di depan perumahan.
Tersangka didakwa berkolusi untuk menipu publik dengan menyamar sebagai orang lain dan memasukkan informasi palsu ke dalam sistem komputer, sehingga berpotensi membahayakan individu. Dia diserahkan ke penyidik untuk proses hukum lebih lanjut.
Polisi sedang berupaya menangkap tersangka lain yang masih buron, lapor KhaoSod.




