“Mendapatkan vaksin langsung dari produsen akan lebih fleksibel karena kami bisa memutuskan berapa banyak yang akan kami beli dan juga menegosiasikan harga, bisa membuat harga lebih murah untuk pesanan dalam jumlah besar,”
Pemerintah Thailand tidak akan mendapatkan vaksin Covid-19 melalui program Covax yang didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk saat ini. Hal ini karena kondisinya terlalu berat. Langkah tersebut mungkin menempatkan negara pada risiko mendapatkan vaksin tertunda dengan harga lebih tinggi.
Di bawah program Covax, Thailand akan dikenakan biaya tambahan untuk pemesanan dan akan memiliki batasan pada produsen dan periode pengiriman. Covax juga mensyaratkan pembelian minimal 10% dari populasi suatu negara untuk pemesanan cepat dengan kondisi dan biaya. Hal itu disampaikan Nakorn Premsri, direktur Institut Vaksin Nasional Thailand.
“Mendapatkan vaksin langsung dari produsen akan lebih fleksibel karena kami bisa memutuskan berapa banyak yang akan kami beli dan juga menegosiasikan harga, yang bisa membuat harga lebih murah untuk pesanan dalam jumlah besar,” kata Nakorn.
Tetap saja, negosiasi terus berlanjut. Dengan kondisi yang dapat diterima, Thailand mungkin akan mendapatkan vaksin melalui program Covax di masa mendatang.




