Thailand Sita Aset Senilai Rp2,3 Triliun dalam Kasus Penipuan dan Korupsi

Kantor Anti Pencucian Uang Thailand (AMLO) menyita lebih dari 5 miliar baht (Rp2,3 Triliun ) aset tahun ini yang menargetkan penipuan, perjudian daring, dan korupsi.

Bangkok, Suarathailand- Sekretaris Jenderal AMLO Theppasu Bavornchotidara, bersama dengan Asisten Sekretaris Jenderal Komisi Anti Korupsi Sektor Publik (PACC), Bhumivisan Kasemsook, mengungkapkan hasil rapat Komite Transaksi AMLO ke-11 tahun ini.

Sebanyak 12.300 aset, senilai 4,5 miliar baht (Rp2 triliun), disita dalam 48 kasus penipuan. Di antara kasus-kasus ini adalah satu yang melibatkan Peempong Hiranprueck, seorang insinyur sipil senior di Departemen Pekerjaan Umum Administrasi Metropolitan Bangkok (BMA), dan satu lagi yang terkait dengan jaringan perjudian daring Kofuk yang terkenal kejam.

Sanga “Kofuk” Kungwan, tokoh kunci dalam jaringan Kofuk, diyakini telah melarikan diri awal tahun ini. Ia menghadapi dakwaan terkait penipuan pajak dan skema perjudian senilai 18 miliar baht.

Peempong dituduh meminta suap dari pemilik lapangan golf di distrik Nong Chok. Suap tersebut diduga sebagai imbalan untuk memastikan lapangan golf tersebut mempertahankan sebagian besar tanahnya selama proyek pembangunan jalan.

Pramual Saengkaewsri, kepala bagian pendapatan kantor distrik Ratchathewi, menghadapi tuduhan menerima suap dari operator bisnis untuk menghindari pajak properti dan tanah. AMLO menyita aset senilai 47 juta baht (Rp21 miliar) dari kedua pejabat tersebut.

Dalam kasus Kofuk, AMLO menyita 372 aset, termasuk uang tunai, perhiasan, tanah, dan rekening bank, senilai total 963 juta baht dari Kungwan dan rekan-rekannya. Selain itu, 107 aset senilai 3,1 miliar baht disita dalam berbagai kasus penipuan di mana korban kehilangan uang akibat penipu.

Satu kasus penting melibatkan Apimuk Bamrungwong, mantan pemegang saham utama More Return Plc (MORE), dan jaringannya. Mereka diduga terkait dengan manipulasi saham MORE senilai 800 juta baht tahun lalu, yang mengakibatkan kerugian besar bagi investor.

Kasus besar lain yang disorot oleh Theppasu melibatkan jaringan perjudian daring yang terkait dengan mantan Wakil Kepala Kepolisian Nasional, Jenderal Polisi Surachate ‘Big Joke’ Hakparn.

Theppasu menyatakan AMLO telah menyita aset senilai 400.000 baht yang terkait dengan kejahatan tersebut. Namun, Hakparn saat ini tengah berupaya untuk membatalkan penyitaan tersebut, demikian dilaporkan Bangkok Post.

Share: