Thailand siaga antisipasi penyebaran flu buru di perbatasan setelah Kementerian Kesehatan Masyarakat Kamboja melaporkan tujuh kasus H5N1.
Sekretaris Tetap Kesehatan Masyarakat Thailand Dr. Opart Karnkawinpong mengatakan kasus flu burung terbaru ditemukan pada seorang anak perempuan berusia lima tahun di provinsi Takeo. Anak ini diyakini tertular penyakit flu burung saudara lelakinya yang berusia 3 tahun.
Kedua anak tersebut dilaporkan memakan ayam yang diduga meninggal karena flu burung H5N1, katanya, seraya mencatat bahwa enam dari tujuh pasien adalah anak-anak dan semuanya ditemukan pernah melakukan kontak dengan ayam yang sakit atau mati.

Opart mengungkapkan, salah satu tindakan pencegahan yang dilakukan di seluruh rumah sakit di provinsi yang berbatasan dengan Kamboja adalah semua pasien yang mengalami gejala infeksi paru akan ditanyai apakah pernah melakukan kontak dengan unggas, sehingga dapat dipisahkan dari pasien lainnya.
Kerjasama juga telah diupayakan dari pejabat pengembangan peternakan dengan memantau situasi unggas, terutama yang mati secara misterius. Masyarakat juga diperingatkan untuk tidak menyentuh ayam atau burung lain yang sakit atau mati dan mengenakan masker. dan sarung tangan jika perlu menyentuhnya.
Gejala yang berhubungan dengan flu burung antara lain demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, kelelahan dan kesulitan bernapas. Beberapa pasien mungkin mengalami komplikasi serius, seperti kegagalan sistem pernapasan.




