Hubungan dengan negara tetangga bergantung pada perlindungan kedaulatan.
Bangkok, Suarathailand- Perdana Menteri Anutin Charnvirakul menegaskan kembali Thailand siap memulihkan hubungan dengan Kamboja, tetapi hanya dengan syarat yang melindungi kepentingan nasional dan kedaulatan negara.
Ia juga menginstruksikan semua kementerian untuk memperkuat koordinasi kebijakan dalam menanggapi tantangan ekonomi dan keamanan.
PM memperingatkan para negosiator untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh untuk pembicaraan internasional guna memastikan Thailand tidak dirugikan.
Anutin menyampaikan hal ini pada pertemuan pertama para sekretaris tetap dan kepala kementerian atau lembaga setara di Badan Intelijen Nasional pada hari Jumat. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh para komandan militer.
Sejak menjabat, Thailand telah menghadapi masalah keamanan yang signifikan, banjir parah, jalan ambruk, dan keadaan darurat lainnya, katanya.
Namun, situasi-situasi ini telah diselesaikan dengan cepat melalui tindakan terpadu di seluruh pemerintahan, tambah perdana menteri.
Mengenai keamanan nasional, beliau memuji kepolisian dan angkatan bersenjata atas efektivitas mereka dalam menangani kejahatan, melakukan investigasi, membongkar geng kejahatan siber terorganisir, dan memerangi narkotika melalui kerja sama antarlembaga yang erat.
Anutin menekankan kepentingan pribadi maupun pertimbangan politik tidak akan pernah lebih diutamakan daripada keamanan nasional atau kepentingan publik.
Beralih ke kebijakan luar negeri, Bapak Anutin mengatakan Thailand berupaya memulihkan kedudukannya di panggung internasional melalui negosiasi yang akan menghasilkan investasi dan peluang baru, bukan melalui keterlibatan diplomatik simbolis.
Meskipun Thailand tidak mencari konflik dengan negara-negara tetangga, negara ini akan melindungi martabat dan kedaulatannya, katanya, menambahkan bahwa negara ini tidak pernah menyerang negara lain dan menghormati kedaulatan setiap negara.
Anutin mengatakan Bangkok telah menyampaikan kes readiness-nya untuk membangun kembali hubungan bilateral dengan Kamboja, tetapi setiap negosiasi harus berjalan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Thailand.
Pembicaraan yang tidak merusak kepentingan nasional disambut baik, tetapi setiap kondisi yang merugikan Thailand akan ditolak.
Ia mendesak kementerian yang bertanggung jawab atas perdagangan, tenaga kerja, keuangan, dan pertanian untuk memberikan informasi komprehensif kepada tim negosiasi sebelum pembicaraan internasional.




